Kementerian PKP Jajaki Kerja Sama Pengembangan Rumah Subsidi dan Menengah dengan Tiongkok
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ni Hong beserta jajaran, dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan membahas peluang penguatan kerja sama di sektor perumahan, khususnya dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah, melalui pertukaran pengalaman, pemanfaatan teknologi konstruksi, dukungan pembiayaan, serta investasi.
Dalam pertemuan, Ni Hong menyampaikan, kerja sama di bidang perumahan antara Indonesia dan Tiongkok memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Menanggapi hal itu, Maruarar menyatakan, Indonesia menyambut baik penguatan kerja sama yang dibangun atas dasar kemitraan yang saling menguntungkan (mutual benefit).
Menurut Menteri PKP, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi investasi, tapi juga menjadi mitra strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara.
Untuk itu, pemerintah Indonesia menyiapkan lahan-lahan strategis yang dapat dikembangkan, data kebutuhan perumahan yang akurat dari BPS, serta menyempurnakan regulasi guna menciptakan iklim kerja sama dan investasi yang lebih kondusif.
“Kami akan siapkan lahan, kami akan siapkan data market, dan kami akan siapkan aturan-aturan yang mendukung. Tiga hal ini yang akan kami tawarkan, untuk dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak Tiongkok,” kata Maruarar dikutip dari keterangan Kementerian PKP, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: MRT Jakarta Kerjasama dengan China Kembangkan TOD di Jalur MRT
Menteri PKP juga berharap setiap proyek kerja sama yang dikembangkan, dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, dengan mengutamakan penggunaan material bangunan produksi Indonesia, serta melibatkan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pembangunan.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan Tiongkok di bidang perumahan. Namun, kami tidak ingin hanya menjadi market, kami ingin menjadi mitra strategis yang sama-sama memberikan manfaat. Dalam setiap kerja sama yang dilakukan, kami juga ingin agar material bangunan dari dalam negeri dapat digunakan dan industri lokal ikut terlibat, sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” tutur Maruarar.
Baca juga: James: Meikarta Tidak Mangkrak, Tapi Ditinggalkan Investor China, Lippo yang Cuci Piring
Ia menambahkan, kerja sama sektor perumahan antara Indonesia dan Tiongkok tidak hanya akan mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, tapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.