Hati-Hati Penipuan Tiket Whoosh melalui WhatsApp
Manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan tiket Whoosh melalui nomor WhatsApp (WA), dengan mengatasnamakan Whoosh.
Masyarakat diminta memastikan hanya berkomunikasi melalui Whoosh Contact Center resmi di 0811-8888-111 yang telah terverifikasi dengan centang biru, dan melakukan transaksi melalui kanal resmi Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyatakan, pelaku penipuan dapat menggunakan nama, logo, jadwal perjalanan, hingga materi visual Whoosh untuk meyakinkan masyarakat, seolah-olah layanannya berasal dari kanal resmi.
KCIC tidak pernah mengarahkan pembayaran tiket ke rekening pribadi atau rekening yang disampaikan melalui nomor WhatsApp tidak resmi.
“Berbagai informasi resmi Whoosh dapat dengan mudah disalin dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan adalah kanal resmi Whoosh,” kata Eva melalui keterangan dikutip Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Layanan Tiket Whoosh dan Kartu Berlangganan Kini Hadir di Hall Kereta Feeder Stasiun Bandung
Salah satu modus yang ditemukan KCIC, bermula dari iklan di media sosial yang mengatasnamakan Whoosh dan mengarahkan masyarakat ke nomor WA tidak resmi.
Pelaku kemudian memberikan jadwal perjalanan yang menyerupai informasi resmi, meminta pengisian data pribadi, serta mengarahkan pembayaran ke rekening perorangan. Pelaku juga dapat menawarkan promo atau fasilitas perjalanan yang tidak sesuai dengan layanan resmi Whoosh.
Eva menegaskan, tiket Whoosh hanya dapat dibeli melalui kanal penjualan resmi. Yaitu, aplikasi Whoosh, ticket.kcic.co.id, loket dan ticket vending machine di stasiun Whoosh, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
Sementara Whoosh Contact Center 0811-8888-111 melayani kebutuhan informasi, kritik, saran, pengaduan, hingga pemesanan rombongan dan voucher tiket Whoosh. Setiap pembayaran melalui layanan tersebut, harus mengikuti mekanisme resmi dan tidak pernah ditujukan ke rekening pribadi.
Baca juga: Whoosh Sediakan Locker Penyimpanan Koper di Stasiun
Eva mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi pembayaran kepada pihak yang tidak dikenal. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap tautan atau dokumen mencurigakan yang dikirim melalui nomor tidak resmi.
“Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center. KCIC terus meningkatkan edukasi dan pemantauan terhadap penyalahgunaan nama Whoosh untuk membantu melindungi masyarakat dari potensi penipuan,” tutup Eva.