Jumat, Juli 24, 2026
HomeBerita PropertiBP Tapera Kembali Gelar Akad Massal 62.000 KPR FLPP, plus Rp880 Miliar...

BP Tapera Kembali Gelar Akad Massal 62.000 KPR FLPP, plus Rp880 Miliar KUR Perumahan

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk ketiga kalinya menggelar akad massal KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebanyak 62.000 unit.

Kali ini akad massal yang akan diselenggarakan pada 30 Juli 2026 di perumahan Puri Delta City Side (13 ha), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, itu disertai dengan akad Kredit Program Perumahan (KPP) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar.

“KUR Perumahan kita sertakan pada akad massal kali ini, karena kredit program ini juga mempengaruhi realisasi penyaluran KPR FLPP,” kata Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Ia menyampaikan keterangan bersama Deputi Komisioner BP Tapera bidang Pemanfaatan Dana Sid Herdi Kusuma, dan Kasubdit Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Achmad Purwo Hardjanto.

KUR Perumahan dilansir pemerintah sejak Oktober 2025, menyasar pelaku industri perumahan skala UMKM seperti developer, kontraktor, dan toko bahan bangunan (sisi supply), dan perorangan yang membangun atau merenovasi rumah yang sekaligus dijadikan tempat usaha (sisi demand).

Sama seperti KPR subsidi FLPP, KUR Perumahan menawarkan bunga lunak sebesar 5-6 persen per tahun, fix selama tenor pinjaman.

Tahun ini target penyaluran KUR Perumahan ditetapkan Rp36 triliun. Karena sampai akhir Juni 2026 realisasinya sudah mencapai hampir 60 persen, Kementerian PKP menaikkan kuotanya menjadi Rp50 triliun.Bank BRI menjadi penyalur KUR Perumahan terbesar hingga saat ini, diikuti Bank Jateng dan Bank BTN.

“Akad KUR Perumahan Rp880 miliar di Batang nanti ditujukan untuk 7.100 debitur. Yaitu, 6.873 debitur di sisi demand, dan 227 debitur di sisi supply. Sebanyak 200 debitur hadir langsung di lokasi melakukan akad, selebihnya melakukan akad secara online,” kata Achmad Purwo.

Baca juga: Hadiri Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi. Presiden: 29 Juta Rakyat Belum Punya Rumah

Sebelumnya, BP Tapera melakukan akad massal KPR FLPP pada 29 September 2025 di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sebanyak 26.000 unit, kemudian di Serang, Banten, sebanyak 50.030 unit pada 20 Desember 2025. Keduanya dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Komisioner Heru, di Batang nanti skala akad massal dan serah terima kunci rumahnya lebih besar, mencakup 62.000 debitur KPR rumah subsidi.

Tersebar di lebih dari 100 titik di 36 provinsi, melibatkan 36 bank penyalur mitra kerja BP Tapera, dengan 200 calon debitur hadir langsung di lokasi untuk melakukan akad, sedangkan 61.800 calon debitur lainnya hadir secara daring (online).

Calon debitur yng hadir secara langsung berasal dari 10 bank mitra kerja penyalur FLPP. Yaitu, BTN, BSN, BNI, Mandiri, BSI, BPD BJB, BPD Jateng, BPD Jateng Syariah, dan BPD DIY.

Dari masing-masing kategori peserta akad, sebanyak 10 peserta dari tiap KPR FLPP dan KUR Perumahan, akan menerima kunci rumah secara simbolis dari Presiden Prabowo yang dijadwalkan menghadiri akad massal di Batang tersebut.

Para debitur KPR FLPP yang menerima kunci rumah secara simbolis, berasal dari berbagai profesi, formal dan informal, seperti pengemudi ojol, pemuka agama, asisten rumah tangga, guru, perawat, anggota TNI & Polri, hingga penjual jamu.

Baca juga: Presiden Saat Akad Massal 26.000 Rumah: Target Memang Sengaja Dipatok Tinggi

Hingga 23 Juli 2025, BP Tapera sudah merealisasikan penyaluran subsidi FLPP untuk 111.537 unit rumah senilai Rp13,874 triliun.

Sebanyak 71.250 (63,88 persen) debitur KPR penerima subsidi FLPP adalah pekerja swasta, diikuti wirarswasta 19.254 debitur (17,26 persen), kemudian PNS dan anggota TNI/Polri 10.944 debitur (9,81 persen), dan kategori profesi lainnya 10.089 debitur (9,05 persen).

Berita Terkait

Ekonomi

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Paradigma Sampah: Jangan Lagi Sisa Buangan, Tapi Harus Jadi Sumber Daya

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh...

Berita Terkini