Setelah Surabaya dan Makassar, Universitas Ciputra Jakarta Dibuka
Ciputra bukan hanya dikenal sebagai pengusaha legendaris khususnya di sektor properti tapi juga memiliki banyak sisi yang membuat sosoknya banyak dikenal terkait legacy yang diwariskannya. Selama hidupnya, Ciputra banyak bicara mengenai kewirausahaan (entrepreneurship) hingga mendirikan sekolah-perguruan tinggi.
Setelah lebih dari dua dekade mengembangkan pendidikan berbasis entrepreneurship di Surabaya, Universitas Ciputra (UC) memperluas kontribusinya ke Jakarta melalui Universitas Ciputra Jakarta (UC Jakarta) yang akan beroperasi pada September 2026.
Momentum UC Jakarta ditandai dengan pengukuhan kepemimpinan UC Jakarta dengan Prof. Christina Eviutami Mediastika, S.T., Ph.D. sebagai Campus Director dan Winarto Poernomo, S.E., M.M. sebagai Vice Campus Director for Operational Affairs. UC Jakarta berlokasi di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, yang menempati gedung 17 lantai (40.000 m2).
UC Jakarta diarahkan untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis serta jejaring dunia profesional untuk membawa pendidikan entrepreneurship ke lingkungan yang memiliki karakter ekonomi dan industri yang dinamis.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI), transformasi industri, serta perubahan pola kerja membuat perguruan tinggi perlu mempersiapkan mahasiswa dengan kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan bidang akademik. Untuk itu UC Jakarta berinisiatif untuk menciptakan solusi, beradaptasi, dan menghasilkan nilai.
Baca juga: Ciputra, Begawan Properti yang Juga Sukses di Bisnis Media
Rector UC Jakarta Prof. Wirawan ED Radianto mengatakan, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun telah menjadikan fondasi penting dalam pengembangan UC Jakarta dan kampus ini memang dibangun dengan membawa pengalaman dan fondasi tersebut.
“Entrepreneurship tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membangun bisnis tapi juga sebagai pola pikir untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, menciptakan solusi, beradaptasi, dan menghasilkan nilai,” ujarnya saat acara Pelantikan Campus Director & Parents Gathering UC Jakarta Sabtu (29/8).
Perkembangan teknologi juga mendorong perubahan terhadap kompetensi yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Karena itu mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, dan menciptakan nilai di tengah perubahan.
Pendekatan tersebut juga tercermin dalam pemanfaatan Generative AI (GenAI) dalam proses pembelajaran di UC. Teknologi tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai alat untuk memperoleh jawaban, tetapi sebagai sarana untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan alternatif, meningkatkan produktivitas, serta mendukung proses penciptaan solusi secara kritis dan bertanggung jawab.
Baca juga: Ciputra Gelar Pameran Karya-Karya Hendra Gunawan yang Dikoleksinya
Sementara itu Prof. Christina Eviutami Mediastika menjadi perempuan pertama sebagai Campus Director yang memimpin UC Jakarta. christina merupakan akademisi dan profesor di bidang akustika arsitektur dengan pengalaman akademik dan penelitiannya membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, termasuk research fellowship, visiting professor, serta sebagai assessor FIBAA dan ACQUIN yang telah melakukan perjalanan akademik dan riset ke 56 negara.
“Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak. Di Jakarta, kami ingin mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan dunia profesional, mencoba gagasan, berkolaborasi, dan belajar dari berbagai persoalan nyata,” katanya.
Akhirnya, legacy Ciputra bukan hanya bangunan maupun kota-kota tapi juga di sektor pendidikan. Di bawah Ciputra Group, saat ini telah berdiri 12 sekolah dan tiga universitas dengan total siswa-mahasiswa mencapai lebih dari 20 ribu sejak tahun 1996. Selama itu education di bawah Ciputra juga telah memberikan beasiswa untuk 1.991 penerima.