Ciputra Gelar Pameran Karya-Karya Hendra Gunawan yang Dikoleksinya
Begawan properti Ciputra akan menggelar pameran lukisan karya maestro Hendra Gunawan di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jl Prof Dr Satrio, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 5–16 Agustus 2018. Bersamaan dengan pameran bertajuk “Hendra Gunawan, Prisoner of Hope” untuk merayakan 100 tahun Hendra Gunawan (1918–2018) itu digelar pula pameran “Spektrum Hendra Gunawan” yang menekankan relevansi dan pentingnya karya maestro itu dalam seni kontemporer Indonesia dewasa ini.
Pameran terakhir ini akan diikuti 70 pelukis dan perupa Indonesia baik muda maupun tua, sudah tersohor atau atau belum, sebagai bentuk penghormatan (tribute) terhadap Hendra Gunawan dan respon terhadap karya-karyanya. Yang dipamerkan tidak hanya lukisan tapi juga ekspresi seni dalam bentuk atau media lain seperti patung, video, instalasi, fotografi, dan lain-lain.
Pameran karya Hendra Gunawan dikuratori Agus Dermawan T, Aminudin TH Siregar serta Ciputra dan anaknya Rina Ciputra Sastrawinata yang juga Presdir Ciputra Artpreneur. Pameran akan menampilkan 32 karya Hendra Gunawan yang menjadi koleksi Ciputra. Pendiri dan pemilik pemilik Grup Ciputra ini adalah kolektor terbesar karya pelukis yang pernah ditahan rezim Orde Baru selama 13 tahun (1965–1978) tanpa pernah diadili, hanya karena pada zaman Bung Karno pernah menjadi anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) itu.
Saat orang lain tidak berani mengoleksi karya Hendra setelah sang maestro keluar dari penjara, Ciputra melakukannya. Jangan heran karena fanatismenya terhadap karya Hendra Gunawan itu, Ciputra juga memiliki hubungan psikologis dan persahabatan yang kuat dengan si pelukis. Pendirian Ciputra Artpreneur yang antara lain menampilkan karya-karya Hendra juga dilatarbelakangi oleh persahabatan dan penghormatan terhadap Hendra.
“Ini pameran karya Hendra terbesar, bahkan dibanding pameran yang pernah digelar Hendra sendiri. Pameran akan menampilkan sejumlah karya yang belum pernah dipamerkan kepada publik,” kata Agus Dermawan dalam jumpa pers rencana penyelenggaraan pameran di Jakarta, Kamis (19/7/2018), bersama Ciputra, Rina dan Rifky Effendy yang menjadi kurator pa pameran “Spektrum Hendra Gunawan”.
Salah satu contoh karya itu adalah lukisan telanjang Nuraini, aktivis politik muda yang sama-sama ditahan di penjara Kebon Waru, Bandung, dan kemudian menjadi istri kedua Hendra. Ciputra menampilkan untuk pertama kalinya lukisan itu kepada media massa seusai jumpa pers dengan dilapisi selendang agar tidak terlalu menyolok.

Ciputra menyebutkan, pameran diberi tajuk “Prisoner of Hope” karena kendati terpenjara dan lukisannya waktu itu sulit dijual, semangat berkarya Hendra tidak pernah padam. “Badannya boleh terpenjara dan hidupnya tragis, tapi ia tidak pernah kehilangan harapan kepada negara yang dicintainya Indonesia. Itu tercermin dari objek lukisannya yang menggambarkan rakyat jelata yang mau bekerja keras dalam warna-warna berani dan khas Indonesia, juga dari lukisan bersejarahnya berjudul Pangeran Diponegoro Terluka,” katanya.