Basis Recurring Income Kuat, Pakuwon Raih Pendapatan Rp3,37 Triliun
PT Pakuwon Jati Tbk membukukan kinerja keuangan yang stabil pada semester pertama tahun 2026. Di tengah kondisi meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pendapatan Pakuwon pada periode ini masih didukung oleh kekuatan berkelanjutan dari portofolio recurring income (pendapatan berulang).
Total pendapatan yang diraih relatif stabil sebesar Rp3,37 triliun apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan siaran pers yang dikutip Selasa (25/8), Pakuwon kembali menunjukkan ketangguhan model bisnis melalui pertumbuhan basis pendapatan recurring income sebesar 7 persen menjadi Rp2,89 triliun dibandingkan Rp2,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini berhasil mengimbangi moderasi pendapatan development yang disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan dari serah terima unit. Laba kotor meningkat 2 persen menjadi Rp1,92 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,88 triliun.
Baca juga: Lippo dan Pakuwon Sebut Pemasangan Pagar Mal Memang Tidak Perlu
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA tumbuh 3 persen dari Rp1,82 triliun menjadi Rp1,88 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan portfolio recurring income didorong oleh kinerja yang tetap solid dari segmen retail mal dan hospitality.
Pendapatan recurring Pakuwon pada semester pertama 2026 mencapai Rp2,89 triliun meningkat 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,69 triliun.
Capaian kinerja ini terdiri atas pendapatan retail mal sebesar Rp2,06 triliun, naik 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,92 triliun, pendapatan office leasing sebesar Rp124 miliar turun sebesar 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp147 miliar, dan pendapatan hospitality sebesar Rp709 miliar, naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp618 miliar.
Berdasarkan revenue per segment terbagi atas revenue dari: retail leasing 61 persen, hotel dan serviced apartment 21 persen, office leasing 4 persen, condominium sales 8 persen, landed houses sales 5 persen, dan office sales 1 persen.
Baca juga: Pakuwon Mall Bekasi Dipadati Pengunjung Setelah Dibuka
Pakuwon juga mencatatkan marketing sales periode semester satu tahun 2026 sebesar Rp565 miliar, turun 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp603 miliar.
Perusahaan mencatat sekitar 42 persen dari total marketing sales berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023. Komposisi penjualan periode semester satu tahun 2026 terdiri dari condominium dan office sebesar 67 persen serta landed houses 33 persen.
Sementara itu alokasi belanja modal periode semester satu 2026 yang telah dialokasikan oleh perusahaan sebesar Rp412 miliar, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.