AHY Paparkan Strategi Pengembangan Jaringan KRL
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima audiensi dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) Bobby Rasyidin beserta jajaran untuk membahas percepatan pengembangan jaringan kereta api di luar Jawa serta peningkatan kapasitas KRL Jabodetabek.
Sejumlah agenda strategis di sektor perkeretaapian nasional turut dibahas, mulai dari pengembangan jaringan kereta di luar Jawa, peningkatan kapasitas KRL Jabodetabek, penguatan industri perkeretaapian dalam negeri, integrasi jaringan kereta dengan kawasan industri, hingga gagasan pengembangan moda trem di Bali.
Menurut AHY, sektor perkeretaapian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pembangunan wilayah dan kehadiran jaringan kereta yang terintegrasi tidak hanya dapat meningkatkan mobilitas masyarakat tetapi juga memperkuat konektivitas pusat pertumbuhan, kawasan industri, pelabuhan, hingga kawasan pariwisata.
“Perkeretaapian bukan hanya soal mobilitas masyarakat dan logistik. Kita juga harus melihat potensi ekonomi, peluang industri, serta bagaimana konektivitas dapat menjadi penggerak pembangunan wilayah,” ujarnya melalui siaran pers Selasa (25/8).
Dalam pengembangan jaringan di luar Pulau Jawa, AHY mendorong agar koridor yang memiliki kesiapan lebih tinggi dan manfaat strategis dapat diprioritaskan, khususnya untuk mendukung konektivitas penumpang dan logistik di Sumatra dan Kalimantan.
Baca juga: Proyek Jalur Kereta 14.000 km di Tiga Pulau Masuk Program Prioritas Pemerintah
Selain pengembangan jaringan, peningkatan kapasitas KRL Jabodetabek juga menjadi perhatian seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik. Penguatan kapasitas dan keandalan layanan diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Hal lainnya yang dibahas yaitu penguatan industri perkeretaapian nasional melalui peremajaan sarana dan peningkatan kemampuan produksi dalam negeri. Menurut AHY, sangat penting untuk terus mendorong pengembangan industri nasional yang akan mendorong kemandirian teknologi sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja.
Salah satu konsep yang dipaparkan KAI adalah pengembangan moda trem di Bali. Konsep tersebut diarahkan sebagai salah satu alternatif transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di kawasan dengan tingkat pergerakan yang tinggi.
“Kami memilih konsep trem karena konstruksinya tidak berat dan menggunakan rel ringan sehingga masa konstruksinya dapat lebih cepat. Ini menjadi salah satu alternatif yang menurut kami cukup realistis untuk dikembangkan,” imbuh Bobby.
Baca juga: Transformasi KAI Efisienkan Konektivitas Hingga Kurangi Emisi
AHY menilai gagasan tersebut menarik untuk dikaji lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, terutama untuk memastikan kesiapan infrastruktur, integrasi dengan simpul transportasi, serta kesesuaian dengan karakter pembangunan wilayah Bali.
“Semua agenda ini harus kita lihat sebagai satu ekosistem. Keselamatan tetap nomor satu tetapi pada saat yang sama kita juga perlu mendorong kapasitas, konektivitas, industri, dan teknologi agar perkeretaapian nasional semakin maju,” pungkas AHY.