Bunga Deposito Meningkat, Tapi Penghimpunan Dana Masyarakat oleh Perbankan Menurun
Bank Indonesia (BI) melaporkan akhir pekan lalu, pada Juli 2026 suku bunga kredit dan suku bunga simpanan atau dana pihak ketiga (DPK) meningkat dibandingkan Juni 2026.
Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Juli 2026 tercatat sebesar 8,86 persen, meningkat dibandingkan Juni 2026 sebesar 8,79 persen.
Sementara suku bunga simpanan berjangka (deposito) mengalami kenaikan pada tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan, masing-masing menjadi 5,03 persen, 5,53 persen, 5,44 persen, 5,75 persen, dan 4,01 persen.
Namun, kenaikan bunga simpanan itu tidak membuat penghimpunan DPK oleh perbankan meningkat. Pada Juli 2026 DPK tercatat sebesar Rp9.666,9 triliun atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan Juni 2027 sebesar 8,1 persen (yoy).
Baca juga: Ekspansi Belanja Pemerintah Mereda, Uang Beredar Juni Menurun, Penyaluran Kredit Meningkat
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh merosotnya pertumbuhan simpanan berjangka (deposito) sebesar 4,8 persen (yoy), dari 6,2 persen (yoy) pada Juni 2026.
Sementara pertumbuhan giro sedikit meningkat sebesar 10,5 persen (yoy) dari 10,2 persen (yoy) pada Juni 2026, dan pertumbuhan tabungan relatif stabil di level 8,2 persen (yoy).
Melambatnya pertumbuhan DPK pada Juli 2026, terutama dipengaruhi oleh perlambatan DPK korporasi yang tumbuh 12,5 persen (yoy) pada Juli 2026 dari 12,7 persen (yoy) pada Juni 2026, yang mengindikasikan dunia usaha lebih ekspansif. Sedangkan DPK perorangan tumbuh stabil di level 2,8 persen (yoy).
Baca juga: Kredit Melaju, Likuiditas Mengetat, Kecukupan Modal Bank Pun Kian Tergerus
Di pihak lain pada periode yang sama, penyaluran kredit tumbuh makin tinggi, lebih dari 13 persen, yang mengkonfirmasi kegairahan dunia usaha tersebut, kendati konsekuensinya bagi perbankan, likuiditas mengetat.
Perbankan mensiasati hal itu dengan menaikkan bunga simpanan seperti sudah diuraikan di atas, untuk menarik dana masyarakat, namun belum berhasil karena penghimpunan DPK tetap menurun.