Dunia Usaha Lebih Bergairah, Kredit Tumbuh Makin Tinggi Kendati Likuiditas Mengetat
Kredit yang disalurkan perbankan tumbuh makin tinggi pada Juli 2026. Mencapai Rp8.970,2 triliun, atau tumbuh 13,0 persen secara tahunan, meningkat dari 12,1 persen (yoy) pada Juni 2026.
Kredit yang dimaksudkan di sini hanya berupa pinjaman (loans), tidak termasuk instrumen keuangan yang diserupakan dengan pinjaman, seperti surat berharga, tagihan akseptasi (banker’s acceptances), dan tagihan repo. Juga tidak termasuk kredit yang diberikan kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit kepada pemerintah pusat dan orang asing.
Menurut laporan BI yang dirilis akhir pekan lalu, peningkatan kredit Juli 2026 didorong kenaikan penyaluran kredit kepada korporasi dan perorangan, masing-masing sebesar 20,9 persen (yoy) dan 3,6 persen (yoy) dibanding Juni 2026 sebesar 19,3 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit itu terutama disumbang Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI), yang mengkonfirmasi kegairahan dunia usaha.
KMK pada Juli 2026 tumbuh 11,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Juni 2026 sebesar sebesar 9,6 persen(yoy). Peningkatan KMK itu antara lain didorong oleh penyaluran kredit ke sektor listrik, gas, dan air bersih, industri pengolahan (manufaktur), serta konstruksi.
Baca juga: Triwulan II Porsi Kredit Bank dalam Pembiayaan Proyek Perumahan Meningkat
Sementara Kredit Investasi (KI) pada Juli 2026 tumbuh 23,1 persen (yoy), meningkat dari 22,5 persen (yoy) pada Juni 2026. Peningkatan KI itu terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi dan jasa-jasa.
Kredit UMKM makin tinggi
Juga kian bergairah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ditandari dengan pertumbuhan penyaluran sebesar 1,6 persen (yoy) pada Juli 2026, dibandingkan 1,0 persen (yoy) pada Juni 2026.
Peningkatan tersebut didorong oleh kredit ke seluruh skala UMKM. Kredit skala usaha mikro, kecil, dan menengah pada Juli 2026 terakselerasi masing masing sebesar 2,1 persen (yoy), 0,7 persen (yoy), dan 2,0 persen (yoy), dibandingkan 1,5 persen (yoy), 0,1 persen (yoy) dan 1,6 persen (yoy) pada Juni 2026.
Baca juga: Kredit Melaju, Likuiditas Mengetat, Kecukupan Modal Bank Pun Kian Tergerus
Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi pertumbuhan kredit UMKM pada Juli 2026, terutama bersumber dari ekspansi kredit investasi sebesar 14,2 persen (yoy). Sementara kredit modal kerja mengalami perbaikan meski masih mencatat kontraksi (minus) 3,8 persen (yoy).
Pertumbuhan kredit yang kian tinggi diatas, terjadi saat likuiditas mengetat karena penghimpunan simapanan atau dana pihak ketiga (DPK) oleh perbankan menurun. Kenaikan bunga simpanan (deposito), belum berhasil mengendurkan likuiditas tersebut.