Rabu, Agustus 19, 2026
HomeMoneterJuli Kredit Tumbuh Makin Tinggi, Ditopang Likuiditas yang Kian Longgar

Juli Kredit Tumbuh Makin Tinggi, Ditopang Likuiditas yang Kian Longgar

Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia (BI), 18-19 Agustus 2026, yang dipimpin Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti, melaporkan, pada Juli 2026 kredit perbankan tumbuh makin tinggi, mencapai 13,58 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari pertumbuhan Juni 2026 sebesar 12,67 persen (yoy).

Perkembangan positif tersebut didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh BI, melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), untuk mendorong peningkatan pembiayaan perbankan ke sektor prioritas.

Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp446,5 triliun, dengan alokasi pada financing channel sebesar Rp368,4 triliun, interest rate channel sebesar Rp73,2 triliun, serta financing to funding channel sebesar Rp4,9 triliun.

Ketahanan perbankan juga tetap kuat dan mendukung pertumbuhan kredit, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Juni 2026 sebesar 23,70 persen.

Sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah, di level 2,09 persen (bruto) dan 0,82 persen (neto) pada Juni 2026. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat stabil di level 23,10 persen pada Juli 2026.

Baca juga: Kredit Melaju, Likuiditas Mengetat, Kecukupan Modal Bank Pun Kian Tergerus

Menurut laporan RDG BI, BI terus memperkuat kebijakan menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian, yang konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi.

Uang primer (M0) pada Juli 2026 tumbuh tinggi sebesar 18,3 persen (yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, didukung berbagai langkah yang ditempuh BI dalam menjaga kecukupan likuiditas di pasar.

Dari komponennya, pertumbuhan M0 pada Juli 2026 itu, terutama dipengaruhi oleh giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 22,4 persen (yoy), dan uang kartal (kertas dan logam) yang tumbuh 15,1 persen (yoy).

Meningkatnya giro bank umum di BI mencerminkan tingginya likuiditas atau ketersediaan dana di perbankan. Hal ini sering kali berjalan seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, karena membaiknya likuiditas dan aktivitas bisnis membuat bank memiliki ruang lebih besar menyalurkan pinjaman.

Baca juga: Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Sementara dari faktor yang memengaruhi pertumbuhan M0 pada Juli 2026, adalah operasi moneter BI dan ekspansi operasi keuangan atau belanja pemerintah.

Sejalan dengan itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2026 tumbuh 8,7 persen (yoy). Pertumbuhan M2 itu terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih BI kepada pemerintah pusat.

“Ke depan, berbagai upaya penguatan untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian akan terus ditempuh sehingga dapat menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” tulis laporan RDG BI.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini