Minggu, Agustus 16, 2026
HomeNewsEkonomiLulusan SMA Kian Pesimis Bisa Dapat Pekerjaan, Tapi Terus Pelihara Harapan

Lulusan SMA Kian Pesimis Bisa Dapat Pekerjaan, Tapi Terus Pelihara Harapan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Mei 2026 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 4,65 persen dari total angkatan kerja sebanyak 155,41 juta, atau mencapai 7,22 juta orang penganggur.

Dari sisi jumlah, pengangguran terbesar masih dicatat lulusan SMA sebesar 28,00 persesn dari total pengangguran terbuka, disusul lulusan SMK 22,39 persen.

Besarnya jumlah penganggur di dua kelompok pendidikan itu menunjukkan, lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) paling susah mendapatkan pekerjaan, dan karena itu kerap dihinggapi rasa pesimis.

Data BPS itu sejalan dengan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Juli 2026 yang dirilis awal pekan ini. Menurut survei BI, konsumen masih optimis memandang kondisi ekonomi, kendati optimisme itu terus menurun dalam 7 bulan terakhir.

Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 sebesar 116,8 atau masih di atas 100 (optimis). IKK Juli 2026 itu, ditopang persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan, yang tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

IKE ditopang 3 komponen pembentuknya: Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), yang kesemuanya masih berada di zona optimis (indeks >100).

Baca juga: Gen Z dan Milenial Masih yang Paling Optimistis Memandang Ekonomi dan Lapangan Kerja

Khusus lapangan kerja, lulusan SMA tercatat makin pesimis bisa mendapatkan pekerjaan. Tercermin dari IKLK sebesar 95,9 pada Juli 2026 atau makin melorot dibanding 98,3 pada Juni 2026.

Bulan-bulan sebelumnya sepanjang Januari-Mei 2026, IKLK lulusan SLTA itu naik turun antara optimis (indeks >100) dan pesimis (indeks <100). Untuk indeks optimis pun, angkanya juga tidak jauh dari zona pesimis, berkisar antara 100,1-105.

Sementara untuk tingkat pendidikan lain, secara umum IKLK-nya selalu berada di zona optimis, dengan IKLK tertinggi selalu dicatat lulusan sarjana dan akademi/diploma. Sedangkan lulusan pascasarjana, IKLK-nya lebih sering berada di zona optimis, namun terkadang jatuh ke zona pesimis.

Baca juga: Sarjana dan Diploma Masih Optimis dengan Lapangan Kerja, Pascasarjana dan Lulusan SMA Pesimis

Kendati demikian, semua kelompok pendidikan termasuk lulusan SLTA, selalu memelihara harapan suatu saat akan memperoleh pekerjaan yang diidamkan. Hal ini sejalan dengan masih terjaganya persepsi optimis konsumen terhadap prospek kegiatan usaha ke depan.

Tercermin dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) yang selalu berada di zona optimis pada semua kelompok pendidikan, meskipun untuk lulusan SMA ibdeksnya juga terbilang paling rendah.

Pada Juli 2026 misalnya, IEKLK lulusan SMA mencapai 118,6, dibanding 127,6 pada lulusan akademi/diploma, 131,0 pada lulusan sarjana dan 138,3 pada lulusan pada kelompok pascasarjana.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, RAPBN 2027 Dirancang Ekspansif

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah optimistis...

Jumlah Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tonggak penting dalam...

Berita Terkini