Senin, Juli 13, 2026
HomeNewsEkonomiSarjana dan Diploma Masih Optimis dengan Lapangan Kerja, Pascasarjana dan Lulusan SMA...

Sarjana dan Diploma Masih Optimis dengan Lapangan Kerja, Pascasarjana dan Lulusan SMA Pesimis

Survei Konsumen Bank Indonesia Juni 2026 yang dilansir akhir pekan ini mengungkapkan, keyakinan konsumen pada Juni 2026 masih berada di zona optimis (indeks >100). Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 sebesar 117,8, kendati merosot dibanding Mei 2026 sebesar 120,9.

Penurunan IKK Juni 2026 dipengaruhi oleh penurunan indeks 2 komponen pembentuknya. Yaitu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 112,2 menjadi 109,2, dan Indeks Ekspektasi Konsumen terhadap ekonomi ke depan (IEK) dari 129,7 menjadi 126,4.

IKE masih berada di zona optimis ditopang 3 komponen pembentuknya yang juga masih berada di zona optimis, kendati menurun dibanding Mei 2026.

Yaitu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), masing-masing 119,8, 101,8, dan 105,9, dibanding Mei sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3. Sebagian besar kota mengalami penurunan IKE terutama di Makassar, Banten, dan Medan.

Untuk IPSI, mayoritas kelompok pengeluaran mengalami penurunan optimisme, dengan penurunan terbesar pada kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) dari 126,4 menjadi 116,0 pada Juni 2026, dan penurunan terendah pada kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dari 129,7 menjadi 129,2 pada Juni 2026. Yang naik indeksnya hanya kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) dari 113,7 menjadi 116,7 pada Juni 2026.

Baca juga: Merosot Optimisme Masyarakat Terhadap Prospek Ekonomi dan Ketersediaan Lapangan Kerja

Sementara mengenai ketersediaan lapangan kerja atau IKLK, semua kelompok merosot persepsinya. Bahkan, persepsi lulusan pascasarjana dan SMA sudah melorot ke zona pesimis (indeks <100) dengan indeks 92,7 dan 98,3, dibanding Mei 2026 sebesar 100,1 dan 101,6. Yang masih optimis lulusan akademi/diploma dan sarjana, kendati indeksnya juga menurun mendekati zona pesimis sebesar 101,2 dan 109,0 dibanding 109,2 dan 117,3 pada Mei 2026.

Dari sisi pengeluaran atau IPDG, mayoritas kelompok pengeluaran juga mengalami penurunan persespi, dengan penurunan terdalam pada kaum menengah bawah yang persepsinya jatuh ke zona pesismis dengan indeks 99,0 dibanding 104,8 pada Mei 2026.

Diikuti kaum atas dengan indeks 108,8 pada Juni 2026 atau masih berada di zona optimis, dibanding 113,2 pada Mei 2026, dan kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dengan indeks 100,4 atau sudah hampir berada di zona pesimis dari 102,1 pada Mei 2026. Yang meningkat optimismenya hanya kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dengan indeks 104,7 pada Juni 2026 dari 100,4 pada Mei 2026.

Baca juga: Kian Merosot Ekspektasi Konsumen Terhadap Prospek Ekonomi, Kendati Masih Optimis

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan juga menurun. Tercermin dari IEK Juni 2026 sebesar 126,4 dibanding 129,7 pada Mei 2026.

Ditopang optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha, yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 124,4, dan 121,2, kendati menurun dibanding Mei 2026 sebesar 136,5, 128,1, dan 124,5.

“Sebagian besar kota mencatat penurunan IEK (ekspektasi), dengan penurunan terbesar terjadi di Padang, Bandar Lampung, dan Medan,” tulis survei BI tersebut.

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin Beberkan Potensi Besar Investasi di Indonesia, AI Salah Satunya

Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai dinamika global,...

Pemerintah Klaim Stimulus Transportasi Semester II Capai Target

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai risiko...

Juni Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Makin Minus

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Juni 2026 yang...

Berita Terkini