Sabtu, Juli 11, 2026
HomeNewsEkonomiPemerintah Klaim Stimulus Transportasi Semester II Capai Target

Pemerintah Klaim Stimulus Transportasi Semester II Capai Target

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai risiko dan ketidakpastian global, berbagai langkah proaktif terus ditempuh pemerintah.

Pada pertengahan 2026 lalu, pemerintah mengumumkan kebijakan Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya berupa kebijakan diskon tarif transportasi, untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi domestik.

Bertepatan dengan periode libur sekolah, pemerintah memberikan insentif transportasi umum berupa diskon 30 persen harga tiket kereta api selama 20 Juni–5 Juli 2026, diskon 30 persen tarif dasar kapal Pelni pada 20 Juni–15 Agustus 2026, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni–5 Juli 2026, serta subsidi PPN DTP 100 persen untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi.

“Kebijakan insentif dan diskon transportasi itu dihadirkan, guna mendorong masyarakat lebih banyak bepergian selama periode libur sekolah, sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah ikut bergerak. Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik, penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal,” kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto melalui keterangan akhir pekan ini.

Baca juga: 1,3 Juta Penumpang Kereta Manfaatkan Tiket Diskon 30 Persen Selama Masa Libur Sekolah

Ia menyebut, realisasi kebijakan diskon tarif kereta api menunjukkan capaian yang optimal. Hingga 5 Juli 2026, program telah dimanfaatkan 1.303.191 penumpang atau 110 persen dari target sebanyak 1.174.624 penumpang.

Jumlah tersebut juga meningkat 13 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama 2025 yang tercatat sebanyak 1.152.581 penumpang.

Dengan realisasi anggaran sebesar Rp90,9 miliar, kebijakan ini mencakup 150 perjalanan kereta api reguler, dan 26 perjalanan kereta api tambahan, dengan pemberian diskon sebesar 30 persen untuk seluruh layanan kereta api ekonomi nonpenugasan (non-PSO/nonperintis).

Sementara realisasi program diskon tarif angkutan laut masih terus berlangsung, dengan periode pelaksanaan baru berakhir pada 15 Agustus 2026.

Hingga 6 Juli 2026, program telah dimanfaatkan oleh 481.503 penumpang atau sekitar 69 persen dari target sebanyak 693.690 penumpang, dengan realisasi anggaran saat ini sebesar Rp46,9 miliar.

Baca juga: Jaga Daya Beli, Pemerintah Kucurkan Stimulus Semester Dua Rp26,34 Triliun

Dengan periode pelaksanaan yang lebih panjang dibandingkan program diskon transportasi lainnya, realisasi program ini diperkirakan akan terus meningkat hingga berakhirnya masa pemberian insentif.

Selanjutnya, realisasi program insentif transportasi penyeberangan juga menunjukkan capaian yang signifikan. Berdasarkan data boarding, hingga 5 Juli 2026 tercatat sebanyak 1.125.088 penumpang telah memanfaatkan insentif tersebut atau mencapai 93,25 persen dari target sebanyak 1.206.585 penumpang.

Jumlah tersebut terdiri atas 959.880 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan 360.141 kendaraan, dan 165.208 penumpang pejalan kaki.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberikan pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang secara keseluruhan setara dengan potongan sekitar 21,11 persen dari harga tiket penyeberangan.

Baca juga: Mei Jumlah Penumpang Pesawat Udara, Kapal Laut, Kereta, dan Penyeberangan Kompak Menurun

Insentif tersebut diberikan kepada penumpang pejalan kaki, pengguna kendaraan roda dua (golongan II), serta kendaraan pribadi golongan IVA pada 14 pelabuhan penyebrangan dengan 7 lintasan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry.

“Pemerintah optimistis berbagai kebijakan stimulus ini, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Ke depan, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan setiap program agar manfaatnya makin luas dan tepat sasaran, sehingga memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” pungkas Juru Bicara Haryo.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini