Mei Jumlah Penumpang Pesawat Udara, Kapal Laut, Kereta, dan Penyeberangan Kompak Menurun
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pekan lalu, selama Mei 2026 jumlah penumpang semua moda transportasi (pesawat udara, kapal laut, kereta, dan angkutan penyeberangan) kompak menurun.
Pada Mei 2026 penumpang angkutan udara domestik mencapai 4,1 juta orang, turun 10,11 persen dibanding April 2026 (mtm).
Penurunan terbesar terjadi di Bandara Juanda-Surabaya (23,26 persen), Kualanamu-Medan (19,38 persen), Hasanuddin-Makassar (18,55 persen), dan Soekarno HattaTangerang (8,17 persen). Sementara penumpang di Bandara Ngurah Rai-Denpasar masih naik 4,51 persen.
Selama Januari–Mei 2026, penumpang angkutan udara domestik mencapai 23,3 juta orang, turun 1,63 persen dibanding periode yang sama 2025 (ctc) sebanyak 23,7 juta orang.
Jumlah penumpang terbesar masih tercatat di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang (6,5 juta atau 27,98 persen), diikuti Juanda-Surabaya 2,0 juta (8,52 persen).
Agak berbeda dengan angkutan udara doemstik, penumpang angkutan udara ke luar negeri (internasional) pada Mei 2026 masih naik 5,98 persen menjadi 1,7 juta orang dibanding April 2026. Jumlah penumpang internasional terbesar masih di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, diikuti Bandara Ngurah Rai-Denpasar.
Namun, secara kumulatif selama Januari–Mei 2026, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri dengan penerbangan nasional dan asing, juga turun 0,70 persen menjadi 8,1 juta orang dibanding Januari-Mei 2025 (ctc).
Baca juga: Jumlah Pemudik 2026 Turun, Tapi Penumpang Angkutan Umum Naik, Masyarakat Berhemat
Angkutan laut
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Mei 2026 mencapai 2,7 juta, turun 8,23 persen dibanding April 2026 (mtm).
Penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Belawan sebesar 64,34 persen, Tanjung Perak 62,25 persen, Makassar 47,51 persen, dan Balikpapan 37,31 persen. Sebaliknya, penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok meningkat 14,23 persen.
Namun, secara kumulatif selama Januari–Mei 2026 jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri masih naik tipis 0,98 persen menjadi 13,0 juta dibanding Januari-Mei 2025 (ctc).
Sementara untuk barang yang diangkut angkutan laut, pada Mei 2026 mencapai 42,7 juta ton atau naik tipis 0,39 persen dibandingkan April 2026 (mtm). Begitu juga secara kumlatif (Januari-Mei 2026), jumlah barang yang diangkut masih naik 2,73 persen menjadi 205,1 juta ton dibanding Januari-Mei 2025 (ctc).
Kereta api
Jumlah penumpang kereta di Jawa dan non-Jawa termasuk kereta bandara, MRT, LRT, dan kereta cepat Whoosh, yang berangkat pada Mei 2026 mencapaisebanyak 47,0 juta orang, turun 2,73 persen dibanding April (mtm).
Sebagian besar penumpang kereta itu (61,68 persen) adalah penumpang kereta komuter Jabodetabek sebanyak
29,0 juta.
Penurunan penumpang terjadi pada kereta komuter Jabodetabek, kereta bandara, MRT Jakarta, dan LRT Jabodebek,
masing-masing turun 5,30 persen, 3,94 persen, 0,55 persen, dan 10,34 persen.
Sebaliknya, penumpang kereta di rute rute Jawa non-Jabodetabek, non-Jawa, dan kereta cepat Whoosh masing-masing naik 7,67 persen, 4,76 persen, dan 4,74 persen.
Namun secara kumulatif, jumlah penumpang kereta selama Januari–Mei 2026 mencapai 234,8 juta orang, masih naik 8,58 persen dibanding Januari-Mei 2025.
Peningkatan terjadi di seluruh rute, yaitu komuter Jabodetabek, Jawa nonJabodetabek, non-Jawa, kereta bandara, MRT, LRT, dan kereta cepat Whoosh, masing-masing naik 7,05 persen, 10,05 persen, 9,42 persen, 4,85 persen, 10,71 persen, 19,70 persen, dan 1,43 persen.
Sementara jumlah barang yang diangkut kereta pada Mei 2026 mencapai 6,4 juta ton, naik 4,08 persen dibanding April 2026 (mtm).
Sebaliknya, secara kumulatif selama Januari–Mei 2026 jumlah barang yang diangkut kereta mencapai 28,2 juta ton, turun 4,11 persen dibanding Januari-Mei 2025 (ctc).
Baca juga: Pengguna Semua Jenis Kereta Meningkat Selama Januari-Mei, Tertinggi Penumpang LRT Jabodebek
Angkutan sungai, danau dan penyeberangan
Jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) pada Mei 2026 tercatat 4,5 juta orang, turun 3,88 persen dibanding April (mtm).
Penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Pototano 16,52 persen, Ketapang 15,66 persen, Bakauheni 9,75 persen, dan Merak 3,21 persen, namun di Pelabuhan Gilimanuk meningkat 7,95 persen.
Nmaun secara kumulatif selama Januari–Mei 2026, jumlah penumpang ASDP mencapai 24,1 juta orang, naik 8,78 persen dibanding Januari-Mei 2025 (ctc). Jumlah penumpang terbesar terdapat di Pelabuhan Merak sebanyak 4,8 juta orang, atau 20,05 persen dari jumlah seluruh penumpang ASDP.