Jumat, Juli 10, 2026
HomeNewsEkonomiJuni Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Makin Minus

Juni Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Makin Minus

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Juni 2026 yang dipublikasikan, Rabu (8/7/2026), mencatat secara tahunan (yoy) Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2026 tercatat sebesar 223,4 atau makin terkontraksi sebesar -3,9 persen, dibanding April 2026 yang minus 3,7 persen.

Sejumlah kelompok barang dan jasa, masih mencatat pertumbuhan dan menjadi penopang penjualan pada periode laporan sehingga IPR tidak terkontraksi lebih dalam. Antara lain suku cadang dan aksesori (indeks 150,1, tumbuh 11,2 persen), bahan bakar kendaraan bermotor (indeks 107,0, tumbuh 0,3 persen), serta barang budaya dan rekreasi (indeks 57,5, tumbuh 0,2 persen).

Sedangkan kelompok barang lainnya diprakirakan masih berada dalam fase kontraksi. Terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau (indeks 317,9, terkontraksi 4,1 persen), peralatan informasi dan komunikasi (indeks 68,7, terkontraksi 18,4 persen), serta subkelompok sandang (indeks 79,1, terkontraksi 12,0 persen).

Secara bulanan (mtm), penjualan eceran Mei 2026 membaik. Masih terkontraksi sebesar -1,5 persen, tapi jauh lebih baik dibanding April 2026 yang terkontraksi (minus) 11,6 persen.

Perbaikan didorong oleh peningkatan kinerja kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor, yang masing-masing tumbuh 1,0 persen dan 1,3 persen, setelah pada April 2026 masing-masing terkontraksi 9,4 persen (mtm) dan 0,2 persen.

Baca juga: Survei BI: Mei Penjualan Eceran Masih Bagus

Kelompok barang lainnya juga menunjukkan perbaikan. Tercermin dari kontraksi yang lebih rendah dibanding April, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (-1,3 persen), barang budaya dan rekreasi (-4,2 persen), dan sandang (-11,0 persen).

Perkembangan tersebut didorong oleh terjaganya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Pada Juni 2026, secara tahunan (yoy) IPR diprakirakan tercatat sebesar 221,6 atau makin terkontraksi sebesar –4,4 persen. Kinerja penjualan kelompok suku cadang dan aksesori (indeks 145,5, tumbuh 11,0 persen) serta perlengkapan rumah tangga lainnya (indeks 83,8, tumbuh 1,8 persen) masih positif.

Tapi, beberapa kelompok diprakirakan masuk ke zona kontraksi. Yaitu, barang budaya dan rekreasi (indeks 56,4, minus 8,5 persen) serta bahan bakar kendaraan bermotor (indeks 103,5, minus 7,8 persen), setelah pada periode sebelumnya masing-masing tumbuh 0,2 persen dan 0,3 persen.

Secara bulanan (mtm), kinerja penjualan eceran Juni 2026 juga diprakirakan turun -0,8 persen, kendati lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang -1,5 persen (mtm).

Perbaikan didorong oleh meningkatnya kinerja penjualan pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (1,9 persen) dan sandang (4,7 persen), seiring mulai masuknya periode liburan sekolah pada akhir Juni 2026.

Baca juga: Penjualan Eceran April Terkontraksi, Ekonomi Triwulan II Tidak Akan Tumbuh Lebih Tinggi

Sedangkan kinerja kelompok barang budaya dan rekreasi (-2,0 persen), suku cadang dan aksesori (-3,1 persen), serta makanan, minuman, dan tembakau (-0,7 persen) mengalami perbaikan dari periode sebelumnya, meski masih tertahan di zona kontraksi.

Responden survei memprakirakan, penjualan eceran pada Agustus dan November 2026 meningkat. Tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Agustus dan November 2026 sebesar 159,8 dan 153,8, lebih tinggi dari 138,3 dan 149,4 pada Juli dan Oktober 2026.

Peningkatan IEP Agustus 2026 dipengaruhi oleh kegiatan perayaan HUT RI, sementara peningkatan pada IEP November 2026 dipengaruhi oleh persiapan HBKN Nataru.

Berita Terkait

Ekonomi

Menteri Nusron: Mulai Awal Agustus 2026 Layanan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan...

Bank Mandiri Dorong Emak-Emak Jadi Pengusaha

Untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Bank...

Berita Terkini