Jumat, Juli 10, 2026
HomeBerita PropertiPenumpang Paling Padat, Medio Juli KAI Operasikan KRL 12 Gerbong di Bogor...

Penumpang Paling Padat, Medio Juli KAI Operasikan KRL 12 Gerbong di Bogor Line

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, KRL Commuter Line di lintasan Bogor-Depok-Jakarta atau Bogor Line sebagai yang terpadat penumpangnya di Jabodetabek.

Bogor Line merupakan salah satu lintas utama KRL Commuter Line Jabodetabek yang melayani perjalanan masyarakat dari Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, hingga Jakarta pp.

Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi di lintas Bogor Line, dan di seluruh lintas kereta komuter di Jabodetabek.

Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL. Terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out.

“Rata-rata pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor mencapai sekitar 101.942 orang per hari,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba melalui keterangan dikutip, Kamis (9/7/2026).

Secara bulanan, pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor tercatat 3.045.950 pada Januari, 2.665.471 Februari, 3.248.710 Maret, 3.139.775 April, 3.151.673 Mei, dan 3.199.883 Juni 2026. Volume tersebut menunjukkan Stasiun Bogor secara konsisten menjadi pusat mobilitas utama pelanggan KRL Jabodetabek selama semester I 2026.

Stasiun Citayam juga masuk lima besar terpadat pergerakan penumpangnya di lintas KRL Bogor Line. Sedangkan Stasiun Depok Baru, Bojonggede, Cilebut, dan Depok masuk dalam jajaran stasiun dengan pergerakan pelanggan tinggi.

Baca juga: Dukung Program Perumahan, KRL Jabodetabek Diperpanjang Hingga Sukabumi, Cikampek, dan Merak

Selain Bogor, yang juga padat pergerakan penumpangnya di lintas kereta komuter Jabodetabek, adalah Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pelanggan, Stasiun Sudirman 13.078.339 pelanggan, Stasiun Citayam 11.465.614 pelanggan, dan Stasiun Bekasi 11.425.878 pelanggan.

Karena tingginya pergerakan penumpang di lintas KRL Bogor Line itu, KAI memutuskan peningkatan kapasitas KRL yang melayaninya dengan mengoperasikan rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12 di Bogor Line.

Untuk itu KAI mempercepat peningkatan kapasitas layanan KRL di Stasiun Bogor melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8, guna mendukung pengoperasian rangkaian KRL Commuter Line SF12 itu.

“Stasiun Bogor melayani pergerakan pelanggan KRL tertinggi sepanjang semester satu 2026. Karena itu, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 menjadi bagian penting untuk menyiapkan kapasitas layanan yang lebih besar, guna mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12,” jelas Anne.

Dengan kesiapan kereta komuter SF12, kapasitas layanan dalam satu perjalanan dapat meningkat dan proses naik-turun pelanggan di Stasiun Bogor bisa lebih tertata.

Anne menyebut, saat ini pekerjaan konstruksi telah masuk tahap finishing dan secara paralel dilakukan uji operasional. Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 yang dimulai sejak 15 April 2026 ditargetkan selesai total pada 15 Juli 2026.

Pengembangan mencakup pekerjaan persiapan, struktur dan arsitektur, mechanical, electrical, and plumbing atau MEP, pekerjaan jalan rel, serta listrik aliran atas atau LAA. KAI juga memasang overcapping atau kanopi di area peron untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu KRL, termasuk ketika cuaca panas dan hujan.

Baca juga: KRL Rangkasbitung Line Sangat Padat, KAI-Kemenhub Berkolaborasi Tingkatkan Kapasitasnya

Sebagai bagian dari penyelesaian pekerjaan, KAI telah melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026, dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL SF 12 pada 1 Juli 2026. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan keselamatan serta kualitas prasarana sebelum digunakan secara optimal.

Selama proses pekerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus berkoordinasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, juga terus mempersiapkan penguatan konektivitas Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang, agar perpindahan layanan makin mudah bagi masyarakat.

“KAI berkomitmen menghadirkan peningkatan layanan yang langsung dirasakan pelanggan. Fokus kami adalah kapasitas yang lebih siap, alur perjalanan yang lebih nyaman, serta konektivitas yang makin mudah bagi masyarakat pengguna transportasi publik,” tutup Anne.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini