Jumat, Juli 10, 2026
HomeNewsEkonomiBerlanjut Penurunan Optimisme Terhadap Kondisi Ekonomi, Paling Merosot Optimisme Kaum Menengah Bawah

Berlanjut Penurunan Optimisme Terhadap Kondisi Ekonomi, Paling Merosot Optimisme Kaum Menengah Bawah

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 6 bulan terakhir. Tercermin antara lain dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilakukan secara berkala setiap bulan.

Pada Januari 2026, IKK tercatat sebesar 127,0 atau tertinggi dalam 12 bulan, hampir menyamai IKK Januari 2025 yang tercatat sebesar 127,2, yang menunjukkan optimisme konsumen yang tinggi memandang kondisi ekonomi.

Indeks >100 menunjukkan level optimis, sedangkan indeks <100 berarti pesimis. Sebagai pengetahuan, selama kurun 2020-2025 IKK tertinggi tercatat pada Mei dan Juni 2022 sebesar 128,9 dan 128,2.

Namun, pada Februari 2026, IKK turun menjadi 125,2, dan makin menurun pada Maret menjadi 122,9, kemudian naik amat tipis menjadi 123,0 pada April, untuk kemudian merosot lebih dalam pada Mei 2026 menjadi 120,9.

Pada Juni 2026, keyakinan konsumen itu makin melandai kendati masih berada di zona optimis (indeks >100). Menurut Survei Konsumen Bank Indonesia Juni 2026 yang dilansir, Rabu (8/7/2026), IKK Juni 2026 tercatat sebesar 117,8, menurun dibanding Mei sebesar 120,9.

Baca juga: Survei BI: Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Terus Menurun

Dok. Bank Indonesia

Penurunan IKK Juni 2026 itu dipengaruhi oleh penurunan indeks 2 komponen pembentuknya. Yaitu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 112,2 menjadi 109,2, dan Indeks Ekspektasi Konsumen terhadap ekonomi ke depan (IEK) dari 129,7 menjadi 126,4.

Seluruh kelompok pengeluaran menurun optimismenya. Paling dalam pada kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) dari IKK 117,1 (Mei 2026) menjadi 112,4, (Juni 2026), diikuti kaum bawah (pengeluran Rp1-2 juta) dari IKK 113,0 menjadi 108,9.

Kemudian disusul kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dari IKK 124,6 menjadi 121,4, dan kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) dari IKK 118,4 menjadi 114,9. Sementara IKK kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) relatif stabil dari 117,2 pada Mei 2026 menjadi 117,1 pada Juni 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

Juni Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Makin Minus

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Juni 2026 yang...

Menteri Nusron: Mulai Awal Agustus 2026 Layanan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan...

Bank Mandiri Dorong Emak-Emak Jadi Pengusaha

Untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Bank...

Berita Terkini