Rabu, Juni 10, 2026
HomeNewsEkonomiSurvei BI: Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Terus Menurun

Survei BI: Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Terus Menurun

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 5 bulan terakhir. Pada Mei 2026, menurut Survei Konsumen Bank Indonesia yang dirilis, Rabu (10/6/2026), keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat.

Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 yang masih berada pada level optimis sebesar 120,9 (indeks >100). Optimisme konsumen itu ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 112,2 dan 129,7. IKE Mei 2026 jauh menurun dibanding April yang tercatat sebesar 116,5, sedangkan IEK stabil dibanding April sebesar 129,6.

Seluruh kelompok pengeluaran makin menurun optimismenya memandang kondisi ekonomi. Paling merosot optimisme kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) dan kaum atas (pengeluaran Rp >Rp5 juta), dengan IKK 118,4 dan 124,6 dibanding 127,6 dan 128,2 pada April 2026.

IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), yang tercatat sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3, namun jauh menurun dibanding April 2026 sebesar 128,1, 108,8, dan 112,6.

Baca juga: Menurun Optimisme Kaum Menengah ke Bawah Terhadap Kondisi Ekonomi

Begitu juga untuk IKLK, optimisme konsumen menurun pada semua tingkat pendidikan. Penurunan terdalam pada lulusan pasca sarjana dari 115,5 (April 2026) menjadi 101,6, diikuti lulusan SMA dari 104,3 menjadi 100,1 atau mendekati zona pesimis. Sedangkan optimisme lulusan akademi/diplome dan sarjana terhadap ketersediaan lapangan kerja hanya menurun tipis.

Sementara untuk pembelian barang tahan lama, kaum menengah (pengeluiaran Rp3,1-4 juta) dan menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) paling merosot optimismenya. Masing-masing dari 109,4 menjadi 100,4 dan dari 115,6 menjadi 103,9 atau mendekati zona pesimis.

Baca juga: Kian Merosot Ekspektasi Konsumen Terhadap Prospek Ekonomi, Kendati Masih Optimis

Sebagai perbandingan, pada Januari 2026 IKK tercatat sebesar 127,0 atau tertinggi dalam 1 tahun terakhir, hampir menyamai IKK Januari 2025 yang tercatat sebesar 127,2. Selama kurun 2020-2025, IKK tertinggi terjadi pada Mei dan Juni 2022 sebesar 128,9 dan 128,2.

Pada Februari 2026, IKK itu turun menjadi 125,2, dan makin menurun pada Maret menjadi 122,9. Pada April 2026, IKK sempat naik amat tipis menjadi 123,0, tapi kemudian menurun lebih dalam pada Mei 2026 menjadi 120,9 seperti sudah dijelaskan di atas.

Berita Terkait

Ekonomi

Belanja Pemerintah 2027 Fokus pada 8 Klaster, Salah Satunya Perumahan

Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan...

80 Persen Masyarakat RI Rasakan Tekanan Biaya Hidup, Sulit Berinvestasi dan Menabung

Sun Life Indonesia, Selasa (9/6/2026), meluncurkan Financial Resilience Index...

Berita Terkini