Manufaktur RI Tetap Ekspansif Bila Pasar Domestik Terus Membaik
S&P Global merilis Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada periode Juli 2026 tercatat sebesar 50,2. Angka ini naik dari periode Juni 2026 sebesar 46,9 yang menandakan operasional manufaktur secara umum berada pada level ekspansi setelah mengalami level konstraksi pada bulan sebelumnya.
Dikutip dari Daily Economic and Market Review yang diterbitkan Bank Mandiri Rabu (5/8), aktivitas produksi kembali meningkat seiring stabilnya pesanan baru. S&P Global juga mencatat pertumbuhan volume produksi setelah empat bulan mengalami konstraksi.
Peningkatan produksi yang kembali terjadi pada periode ini didorong oleh mulai membaiknya kondisi permintaan dan meningkatnya kepercayaan pelanggan. Namun begitu dari sisi laju kenaikan volume produksi masih relatif tipis.
Namun demikian, persaingan yang semakin ketat khususnya untuk memperoleh pesanan serta kenaikan harga jual masih menjadi faktor yang menahan pertumbuhan permintaan.
Tekanan harga masih tinggi seiring dengan produsen yang masih mencatat tingginya beban biaya karena kenaikan harga bahan baku produksi. Situasi ini menahan laju pertumbuhan volume produksi akibat tingginya harga bahan baku dan keterbatasan pasokan.
Baca juga: Juli Manufaktur RI Membaik, Kembali ke Zona Ekspansi dan Mulai Rekrut Pekerja Baru
Bagaimana view ke depan? PMI manufaktur Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek terutama apabila volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian global terus berlanjut. Kenaikan harga input yang diteruskan ke harga jual berpotensi menahan permintaan domestik.
Meski demikian, beberapa katalis positif dapat mendorong permintaan, yaitu akselerasi belanja APBN 2026, paket stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah untuk semester kedua 2026 dan pelaksanaan proyek Danantara yang meningkatkan investasi domestik. Apabila kondisi permintaan domestik terus membaik dan tekanan biaya mulai mereda, aktivitas manufaktur berpeluang bertahan di zona ekspansi pada paruh kedua tahun 2026.