Kamis, September 17, 2026
HomeBerita PropertiIndonesia-China Makin Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kawasan Industri

Indonesia-China Makin Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kawasan Industri

Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan dengan China melalui peningkatan investasi, pengembangan kawasan industri, serta integrasi rantai pasok kedua negara.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam China–Indonesia “Two Countries Twin Parks” (TCTP) Investment Promotion Conference yang diselenggarakan di Xiamen, China RRT, sebagai bagian dari rangkaian 26th China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) 2026, Rabu (9/9/2026).

Mengutip keterangan Kemenko Perekonomian, Rabu (15/9/2026), konferensi dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Vice Minister of Commerce and Deputy China International Trade Representative Ling Ji, Vice Governor of Fujian Provincial People’s Government Zhao Zenglian, serta pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha dari kedua negara.

“Kerja sama Two Countries Twin Parks tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan investasi, tapi juga memperkuat konektivitas industri, rantai pasok, transfer teknologi, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di Indonesia,” kata Deputi Ali dalam sambutannya mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga: Indonesia Gandeng China Kembangkan Kawasan Industri Madura

Program Two Countries Twin Parks merupakan kerja sama pengembangan kawasan industri antara Indonesia dan RRT, yang diperkuat melalui Joint Statement Indonesia–RRT pada 9 November 2024, serta Memorandum on Two Countries Twin Parks Cooperation Project pada 25 Mei 2025, antara Kemenko Perekonomian, Ministry of Commerce of the People’s Republic of China (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian.

Dalam sesi promosi investasi, sejumlah kawasan industri di Indonesia memaparkan potensi dan proyek investasi kepada investor RRT, termasuk KEK Industropolis Batang, KEK Tanjung Lesung, dan Bintan Industrial Estate.

Forum tersebut juga menjadi wadah pertemuan antara Pemerintah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha kedua negara melalui kegiatan business matching.

Sebagai salah satu hasil konkret kegiatan, dilakukan penandatanganan sejumlah MoU antara pelaku usaha Indonesia dan China dengan indikasi nilai komitmen bisnis sekitar RMB19,4 miliar, atau setara Rp51 triliun.

Baca juga: Di Bisnis Properti Kawasan Industri Jadi Pendorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Sebelumnya, dalam rangkaian pengembangan kerja sama TCTP, telah ditandatangani 30 MoU dengan total nilai komitmen Rp37,1 triliun. Dengan tambahan komitmen yang dihasilkan pada kegiatan kali ini, total nilai komitmen kerja sama bisnis dalam kerangka TCTP mencapai kurang lebih Rp88,1 triliun.

“Yang terpenting setelah penandatanganan, memastikan setiap komitmen ditindaklanjuti menjadi proyek yang konkret. Pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara investor, pengelola kawasan industri, dan kementerian/lembaga terkait, agar hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat,” tutup Deputi Ali.

Berita Terkait

Ekonomi

Konsumen Tingkatkan Belanja, Kurangi Tabungan. Akankah Berlanjut?

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan lalu mengungkapkan,...

Menkeu Suahasil: Pesan Presiden, APBN Harus Mampu Biayai Program Prioritas Pemerintah

Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri...

Lulusan Pascasarjana Pesimis dengan Lapangan Kerja, Sarjana Kurang Yakin

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini mengungkapkan,...

Berita Terkini