Sabtu, September 12, 2026
HomeBerita PropertiMenteri PKP Ajak BPS dan Akademisi Hitung Kontribusi Sektor Properti Terhadap Ekonomi

Menteri PKP Ajak BPS dan Akademisi Hitung Kontribusi Sektor Properti Terhadap Ekonomi

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri dan perguruan tinggi, untuk mengkaji kontribusi sektor properti terhadap perekonomian nasional. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan perumahan dan kawasan permukiman yang semakin berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan hal tersebut saat bertemu Managing Director Ciputra Development Budiarsa Sastrawinata di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Budiarsa mendatangi Menteri PKP, untuk membahas buku “Industri Properti untuk (pertumbuhan Ekonomi) Indonesia 8 Persen” sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan sektor perumahan.

Menteri PKP menyatakan, Kementerian PKP akan membahas lebih terbuka hasil kajian buku tersebut pada 25 September 2026 mendatang. Dalam pembahasan tersebut, Kementerian PKP akan mengundang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendapatkan data dan perspektif yang lebih komprehensif.

“Kita akan bahas secara terbuka pada 25 September. Kita juga akan mengundang Kepala BPS untuk hadir. Saya juga terbuka dengan masukan dari perguruan tinggi, sehingga kebijakan yang kita buat berdasarkan data dan kajian,” katanya seperti dikutip keterangan Kementerian PKP.  Selama ini BPS menyebut kontribusi sektor real estate bersama konstruksi terhadap perekonomian mencapai sekitar 16 persen.

Baca juga: Menengok Dampak Pembangunan IKN yang Bikin Ekonomi Kawasan Tumbuh Hampir 20 Persen

Budiarsa yang sudah malang melintang di banyak proyek perumahan besar besutan Ciputra Group, menyampaikan pentingnya melakukan kajian bersama untuk melihat secara lebih utuh besarnya kontribusi industri properti terhadap perekonomian nasional.

Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kontribusi sektor properti ke depan, dan aneka kebijakan yang diperlukan untuk mendukungnya.

“Yang ingin kita lakukan, membuat kajian bersama untuk melihat berapa besar kontribusi industri properti dalam ekonomi nasional, dan bagaimana meningkatkan kontribusi tersebut ke depan,” jelas Budiarsa.

Ia menambahkan, kajian mengenai kontribusi sektor properti terhadap ekonomi nasional, perlu melihat keterkaitan industri tersebut dengan berbagai sektor lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: Kontribusi Real Estat Terhadap Ekonomi Masih Sangat Kecil

Masukan dari pelaku industri properti diperlukan untuk memastikan kebijakan yang disusun pemerintah, dapat diterapkan secara realistis di lapangan, sekaligus tetap menjaga kualitas hunian yang diterima masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan perguruan tinggi, serta instansi terkait di pemerintahan, Kementerian PKP berharap kebijakan sektor perumahan ke depan makin berbasis data dan kajian, sekaligus mampu memperkuat peran industri properti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berita Terkait

Ekonomi

OJK: Situasi Global Masih Mencemaskan, Diperburuk oleh El Nino

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, risiko geopolitik di kawasan...

Kementerian Perindustrian: Neraca Dagang AC Surplus, Mesin Cuci Masih Defisit

Di tengah situasi perekonomian maupun dinamika global, industri manufaktur...

Semua Warga Ber-KTP Akan Dibuatkan Rekening Bank, Total Sekitar 200 Juta Warga

Pemerintah menargetkan program pembuatan rekening bank menyasar sekitar 200...

Berita Terkini