Wisman Pengguna Whoosh Masih Didominasi Turis asal Malaysia
Whoosh makin diminati wisatawan asal Malaysia. Berdasarkan data penjualan pada awal September 2026, KCIC (operator Whoosh) mencatat sebanyak 2.300 tiket dibeli turis Malaysia atau rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, KCIC telah melayani 105.095 penumpang asal Malaysia, atau sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang warga negara asing yang menggunakan Whoosh selama periode tersebut.
Secara kumulatif sejak Whoosh beroperasi hingga Agustus 2026, sebanyak 403.626 turis asal Malaysia tercatat menggunakan Whoosh. Jumlah tersebut mencakup sekitar 42,8 persen dari total 944.087 warga negara asing yang menjadi penumpang Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyatakan, tingginya minat wisatawan Malaysia menunjukkan, Whoosh telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka selama berada di Indonesia.
Whoosh memudahkan wisatawan menggabungkan agenda wisata di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi di Jawa Barat dalam satu perjalanan.
“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta–Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman, sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” kata Eva melalui keterangan dikutip awal pekan ini.
Baca juga: Januari-Juni 184 Ribu Turis Asing Gunakan Whoosh, Terbanyak Masih dari Malaysia
Peningkatan minat wisatawan Malaysia itu, turut didukung oleh kolaborasi antara biro perjalanan di Malaysia dan biro perjalanan di Jakarta dan Bandung.
KCIC terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai biro perjalanan untuk menghadirkan paket wisata yang mengintegrasikan Whoosh dengan destinasi wisata, akomodasi, dan layanan pendukung perjalanan lainnya.
Sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat pasar tersebut, dua pekan lalu KCIC datang langsung ke Malaysia mengikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur dan melaksanakan sales mission di Penang.
Melalui kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, cara membeli tiket, konektivitas Jakarta–Bandung, serta peluang pengembangan paket perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.
Berdasarkan interaksi tim KCIC selama di Malaysia, wisatawan yang tertarik menggunakan Whoosh didominasi oleh solo traveler, keluarga, dan kelompok kecil.
Sebagian lainnya melakukan perjalanan menggunakan paket wisata. Mereka umumnya menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, atau sebaliknya, dalam perjalanan sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam.
Wisatawan Malaysia banyak memilih wisata kuliner di Bandung, berbelanja dan menikmati wisata urban Jakarta, serta mengunjungi kawasan wisata alam Jawa Barat seperti Lembang dan Ciwidey.
Baca juga: Ada Whoosh, di Bandung Transaksi QRIS Turis Malaysia Paling Banyak
Whoosh tidak hanya digunakan sebagai moda transportasi, tetapi juga telah menjadi salah satu pengalaman yang ingin mereka coba ketika berkunjung ke Indonesia.
Banyak wisatawan Malaysia mengetahui Whoosh melalui TikTok dan berbagai media sosial lainnya. Mereka menilai harga perjalanan menggunakan Whoosh kompetitif, serta memberikan apresiasi terhadap kenyamanan perjalanan, keramahan, dan kesigapan petugas di stasiun dan di dalam kereta.
Sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show, karena mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan penerbangan dan kondisi lalu lintas dari bandara.
KCIC terus memperkuat edukasi mengenai cara pembelian tiket dan mendorong wisatawan merencanakan perjalanan melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.