Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Bisnis Bank BNI
Bank BNI terus memperkuat transformasi digital sebagai salah satu penggerak pertumbuhan bisnis. Melalui wondr by BNI di segmen ritel dan BNIdirect di segmen wholesale, Bank BNI memperluas layanan digital sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi dan keterlibatan nasabah.
Hingga semester pertama 2026, wondr by BNI telah memiliki 15,1 juta pengguna dengan jumlah transaksi mencapai 1,1 miliar dan nilai transaksi sebesar Rp958 triliun. Di segmen wholesale, BNIdirect mencatat 279,7 ribu pengguna dengan 789 juta transaksi senilai Rp6.039 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran kanal digital dalam mendukung aktivitas finansial nasabah individu maupun korporasi.
Menurut Direktur Finance & Strategy Bank BNI Hussein Paolo Kartadjoemena, transformasi digital yang dilakukan Bank BNI diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kemudahan layanan tetapi juga memperluas hubungan dengan nasabah dan membuka sumber pertumbuhan bisnis baru.
“Pertumbuhan transaksi pada wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah. Hal ini membuka ruang bagi Bank BNI untuk memperluas engagement, meningkatkan transaksi, serta menghadirkan lebih banyak solusi sesuai kebutuhan nasabah,” ujarnya dalam keterangan tertulis Minggu (13/9).
Baca juga: Pentingnya Pengelolaan Keuangan Sejak Dini, Bank BNI Ajarkan Caranya
Penguatan layanan digital Bank BNI juga ditopang oleh jaringan transaksi yang semakin luas. Hingga semester satu 2026, Bank BNI memiliki 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, serta lebih dari 1,042 juta merchant dan QRIS.
Bank BNI juga terus mengembangkan ekosistem Open API (application programming interface) yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 mitra melalui 283 layanan API. Konektivitas tersebut memperluas titik interaksi Bank BNI dengan nasabah sekaligus mendukung integrasi layanan dengan berbagai mitra bisnis. Pengembangan kapabilitas digital juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses sekaligus memperkuat potensi cross-selling dan pengembangan bisnis.
“Ke depan, kami akan terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi enabler tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan Bank BNI secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Transformasi Digital Berjalan Lancar, Nasabah Bank BSI Capai 24,3 Juta
Penguatan digital tersebut juga menjadi bagian dari transformasi Bank BNI sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia. Melalui penguatan fundamental bisnis, kapabilitas teknologi, dan layanan digital, Bank BNI terus meningkatkan daya saing sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha.