Agustus Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat
Cadangan devisa adalah ukuran ketahanan eksternal sebuah negara, untuk membayar atau membiayai aneka kewajiban luar negeri dan impor, serta menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.
Dalam 10 bulan terakhir cadangan devisa Indonesia terus menurun. Kalau pada Desember 2025 cadangan devisa masih tercatatsebesar USD156,5 miliar, pada Mei 2026 tinggal USD144,9 miliar, terutama karena penggunaannya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus merosot selain untuk membayar utang luar negeri.
Pada Juni 2026, cadangan devisa itu kembali naik kendati tipis, menjadi USD145,6 miliar, sebelum turun lagi menjadi USD145,3 miliar pada Juli 2026.
Pada akhir Agustus 2026, cadangan devisa Indonesia kembali meningkat menjadiUSD146,5 miliar. Mengutip keterangan Bank Indonesia (BI), Senin (7/9/2026), kenaikan cadangan devisa Agustus 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Baca juga: Desember 2025 Cadangan Devisa RI Kembali Melonjak
Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 itu, disebut BI setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tulis keterangan BI.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik. Didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.