Minggu, September 13, 2026
HomeNewsEkonomiLulusan Pascasarjana Pesimis dengan Lapangan Kerja, Sarjana Kurang Yakin

Lulusan Pascasarjana Pesimis dengan Lapangan Kerja, Sarjana Kurang Yakin

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini mengungkapkan, pada Agustus 2026 keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi merangkak naik, kendati masih jauh dari IKK Januari 2026.

Meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini atau IKE pada Agustus 2026 itu, bersumber dari kenaikan komponen pembentuknya.

Yaitu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) masing-masing sebesar 104,1 dan 106,1, lebih tinggi dibandingkan Juli 2026 sebesar 101,1 dan 104,1.

Sementara persepsi terhadap penghasilan saat ini yang tercermin dari Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), menurun tipis dari 118,5 menjadi 117, kendati masih berada di level optimis (indeks >100).

Untuk IKLK, berdasarkan tingkat pendidikan, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini, meningkat pada responden berpendidikan SMA dan akademi/diploma.

Responden berpendidikan SMA mencatat IKLK 100,5 atau naik menjadi optimis, dibanding Juli 2026 yang berada di zona pesimis (indeks < 100) dengan indeks 95,9. Sedangkana responden berpendidikan akademi/diploma meningkat optimismenye dengan indeks 108,0 dibanding Juli 2026 sebesar 106,2.

Baca juga: Gen Z dan Milenial Masih yang Paling Optimistis Memandang Ekonomi dan Lapangan Kerja

Sebaliknya lulusan sarjana menurun optimismenya terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini, dengan indeks 112,8 dari Juli 2026 sebesar 114,5. Bahkan, lulusan pascasarjana persepsinya merosot menjadi pesimis dengan indeks 94,6 pada Agustus 2026 dibanding 101,7 pada Juli 2026.

Berdasarkan kelompok usia, IKLK berada di level optimis pada kelompok usia 20-40 tahun dan 51-60 tahun, sedangkan kelompok usia 41-50 dan >60 tahun berada pada level pesimis.

Dari sisi pengeluaran, optimisme terhadap kemampuan membeli barang tahan lama tercatat pada kaum menengah ke atas (pengeluaran di atas Rp3,1 juta), dengan IPDG 102,2 pada kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta), 102,6 pada kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta), dan 115,1 pada kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta).

IPDG kaum menengah tercatat meningkat signifikan dibanding Juli 2026 yang berada di zona pesimis dengan indeks 96,2.

Sedangkan IPDG kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) masih berada di zona pesimis kendati sedikit naik menjadi 98,5 dibanding Juli 2026 sebesar 98,3. Bahkan, kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) makin pesimis dengan kemampuannya membeli barang tahan lama, dengan IPDG 89,9 dibanding Juli 2026 sebesar 93,0.

Baca juga: Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Merangkak Naik

Kendati demikian, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan, meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kaum atas yang menurun indeksnya menjadi 125,5.

Persepsi positif terhadap prospek kegiatan usaha itu, selaras dengan prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang, yang berada pada level optimis di seluruh tingkat pendidikan.

Peningkatan indeks juga terjadi pada lulusan SMA dan akademi/diploma menjadi 125,0 dan 127,9, dibanding Juli 2026 sebesar 118,6 dan 127,6. Sedangkan sarjana dan pascasarjana melorot optimismenya dengan indeks 128,8 dan 123,8 dibanding 131,0 dan 138,3 pada Juli 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

OJK: Situasi Global Masih Mencemaskan, Diperburuk oleh El Nino

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, risiko geopolitik di kawasan...

Kementerian Perindustrian: Neraca Dagang AC Surplus, Mesin Cuci Masih Defisit

Di tengah situasi perekonomian maupun dinamika global, industri manufaktur...

Berita Terkini