Minggu, Agustus 16, 2026
HomeNewsEkonomiGen Z dan Milenial Masih yang Paling Optimistis Memandang Ekonomi dan Lapangan...

Gen Z dan Milenial Masih yang Paling Optimistis Memandang Ekonomi dan Lapangan Kerja

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 7 bulan terakhir. Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis setiap bulan.

Mengutip hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Juli 2026 yang dilansir pekan ini, pada Januari 2026 IKK tercatat sebesar 127,0, tertinggi dalam 12 bulan, hampir menyamai IKK Januari 2025 sebesar 127,2. Indeks >100 menunjukkan level optimis, indeks <100 berarti pesimis. Sebagai pengetahuan, selama kurun 2020-2025 IKK tertinggi tercatat pada Mei dan Juni 2022 sebesar 128,9 dan 128,2.

Namun, pada Februari 2026, IKK turun menjadi 125,2, dan makin turun pada Maret menjadi 122,9, kemudian 123,0 pada April, dan merosot lebih dalam pada Mei menjadi 120,9. Pada Juni dan Juli 2026 IKK itu kian melandai menjadi 117,8 dan 116,8.

Semua kelompok usia menurun optimismenya terhadap kondisi ekonomi, kecuali kaum milenial yang IKK-nya naik tipis menjadi 121,1 (Juli 2026) dari 120,5 pada Juni 2026.

Gen Z (kelompok usia 20-30 tahun) dan kaum milenial (31-40 tahun), masih menjadi kelompok dengan optimisme tertinggi memandang kondisi ekonomi, dengan IKK 122,9 dan 121,1 pada Juli 2026, kendati juga terus menurun.

Pada Januari 2026 misalnya, IKK gen Z dan milenial tercatat masing-masing sebesar 134,2 dan 129,4, jauh di atas IKK 3 kelompok umur lainnya (41-50 tahun, 51-60 tahun, dan >80 tahun).

IKK Juli 2026 ditopang persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan, yang tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 107,9 dan 125,7, lebih rendah dibanding Juni 2026 sebesar 109,2 dan 126,4.

Baca juga: Optimisme Terhadap Kondisi Ekonomi Masih Terus Menurun

IKE ditopang 3 komponen pembentuknya: Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), yang tercatat sebesar 118,5, 101,1, dan 104,1, lebih rendah dibanding Juni 2026 sebesar 119,8, 101,8, dan 105,9.

Berdasarkan kelompok usia, IPSI tertinggi tercatat pada gen Z sebesar 124,9, turun cukup dalam dari Juni 2026 sebesar 129,7, dan kaum milenial dengan indeks 123,8, naik tipis dari 123,1 (Juni 2026).

Untuk lapangan kerja, berdasarkan kelompok usia, optimisme tertinggi juga tercatat pada milenial dan gen Z dengan IKLK 105,1 dan 103,7, kendati menurun dibanding Juni sebesar 106,1 dan 107,6. Sementara 3 kelompok usia lainnya masih pesimis dengan peluang kerja dengan indeks di bawah 100.

Dari sisi pengeluaran, IPDG tertinggi juga tercatat pada gen Z dan milenial dengan indeks 109,5 dan 106,0, kendati turun dibanding Juni 2026 sebesar 114,0 dan 110,5.

Prospek ekonomi
Terhadap kondisi ekonomi ke depan, konsumen juga masih optimis. Tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2026 sebesar 125,7, meskipun lebih rendah dibanding Juni 2026 sebesar 126,4.

Baca juga: Menkeu: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, RAPBN 2027 Dirancang Ekspansif

IEK ditopang optimisme ekspektasi penghasilan (IEP), ekspektasi ketersediaan lapangan kerja (IEKLK), dan ekspektasi kegiatan usaha (IEKU), masing-masing sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4, dibanding Juni sebesar 133,6, 124,4, dan 121,2.

Berdasarkan kelompok usia, IEP tertinggi juga tercatat pada Gen Z dengan indeks 139,0, turun tipis dibanding Juni sebesar 140,4, dan milenial dengan indeks 137,7, naik dibanding Juni sebesar 135,2.

Pada IEKLK, optimisme tertinggi juga tercatat pada gen Z dan milenial. Optimismenya bahkan makin tinggi dengan indeks 130 dan 126,3 pada Juli 2026, dibanding 127,6 dan 125,2 pada Juni 2026.

Hal ini sebanding dengan ekspektasi kegiatan usaha, optimisme tertinggi tercatat pada gen Z dan milenial dengan indeks meningkat menjadi 130,6 dan 127,5 (Juli) dari 126,3 dan 123,0 pada Juni 2026.

Secara umum, seperti sudah disinggung di atas, berdasarkan kelompok usia, gen Z dan milenial selalu mencatat optimisme tertinggi pada semua indeks yang dipaparkan dalam Survei Konsumen Bank Indonesia. Survei BI tidak menjelaskan kenapa demikian.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, RAPBN 2027 Dirancang Ekspansif

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah optimistis...

Jumlah Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tonggak penting dalam...

Berita Terkini