Jumlah Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, jumlah investor pasar modal Indonesia resmi melampaui 30 juta Single Investor Identification (SID), tepatnya mencapai 30.274.265 SID.
Sepanjang tahun 2026, jumlah investor pasar modal bertambah 9.926.440 SID atau tumbuh 48,78 persen secara year-to-date (YtD). Pada periode yang sama, jumlah investor saham juga berhasil menembus 10 juta SID, tepatnya mencapai 10.052.059 SID, meningkat 1.447.882 SID atau 16,83 persen dibandingkan posisi di akhir tahun 2025.
Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya inklusi pasar modal di Indonesia, seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal. Di tengah pertumbuhan jumlah investor, BEI terus mendorong penguatan kualitas pasar melalui reformasi, peningkatan keterhubungan emiten dan investor, serta berbagai inisiatif untuk memperluas dan memperdalam basis pasar.
Dikutip dari laman resmi BEI Sabtu (15/8), berbagai upaya ini merupakan bagian dari implementasi 8 Aksi Reformasi Pasar Modal Indonesia, BEI menyelenggarakan rangkaian kegiatan Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 di Surabaya.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BEI untuk mendukung peningkatan free float Perusahaan Tercatat melalui penguatan komunikasi dan keterhubungan antara emiten dengan investor, termasuk investor institusi. Acara ini mempertemukan tujuh Perusahaan Tercatat dengan investor yang difasilitasi melalui partisipasi 13 Anggota Bursa serta Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia.
Baca juga: Investasi Jangan Pakai Emosi, Yuk Belajar Jadi Investor Pasar Modal
Rangkaian acara terdiri atas sesi presentasi perusahaan dan one-on-one meeting yang memberikan kesempatan bagi Perusahaan Tercatat untuk memaparkan profil, kinerja, strategi bisnis, dan prospek usahanya, sekaligus membuka ruang dialog secara langsung dengan investor.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih terbuka, pertukaran informasi yang konstruktif, serta hubungan yang semakin kuat antara Perusahaan Tercatat dan investor, sehingga dapat mendukung peningkatan free float, likuiditas perdagangan saham, dan pendalaman pasar modal Indonesia.
Masih dalam rangkaian acara Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026, BEI turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Tamu yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. Mengusung tema “Membentuk Generasi Muda yang Cerdas Melalui Pasar Modal Indonesia”, kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta ini menghadirkan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, sebagai pemateri, didampingi Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa.
Kegiatan yang terselenggara bekerja sama dengan PT Phintraco Sekuritas tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai pasar modal Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang semakin melek investasi dan mampu berpartisipasi secara aktif di pasar modal.
Baca juga: Gonjang-Ganjing Ekonomi Global, Investor Pasar Modal Domestik Tetap Naik
Rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan peningkatan tertinggi, yaitu sebesar 32,98 persen menjadi 39,95 miliar lembar saham dari 30,04 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 27,62 persen menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat 2,78 persen sehingga ditutup pada level 6.409,654 dari posisi 6.236,126 pada pekan sebelumnya, diikuti kapitalisasi pasar BEI yang meningkat 2,64 persen menjadi Rp11.212 triliun dari Rp10.923 triliun pada pekan lalu.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 0,38 persen menjadi Rp15,38 triliun dari Rp15,44 triliun pada pekan sebelumnya. Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,24 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,29 triliun.