Jasa Marga Paparkan Progres Tol di Yogyakarta, Akan Siap untuk Natal-Tahun Baru-Lebaran
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku pengelola jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo) dan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku pengelola Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam percepatan pengembangan infrastruktur jalan tol.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, kehadiran jalan tol diharapkan tidak hanya memperlancara mobilitas tapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas dan antarwilayah di Yogyakarta dan sekitarnya.
“Kami juga menyampaikan laporan perkembangan pembangunan jalan tol Yogya-Solo dan tol Yogya-Bawen, termasuk rencana percepatan pengembangan akses Bojoharjo dari exit tol Puwomartani menuju selatan Yogya,” ujarnya melalui siaran pers Sabtu (15/8).
Rivan menyampaikan hal ini melalui audiensi jajaran Direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Yogyakarta pekan ini. Pengembangan akses tol ini di wilayah Yogyakarta supaya distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan seperti Bantul dan sekitarnya.
Targetnya, akses baru ini akan fungsional untuk mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026-2027 dan Lebaran 2027. Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyambut baik dan mendukung percepatan pembangunan jalan tol di wilayah Yogyakarta. Ia berpesan kualitas pekerjaan harus diutamakan supaya manfaat infrastruktur ini bisa optimal dirasakan masyarakat.
“Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan jalan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Laporannya sejauh ini tidak ada masalah, yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Baca juga: Perencanaan Teknis Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung Dikebut. Tahun Ini Kelar
Hingga akhir Juni 2026, progress fisik jalan tol Yogja-Solo Paket 1 segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54 persen atau berada di atas target dengan deviasi positif 0,20 persen.
Pembangunan jalan tol Yogja-Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km telah mencapai progres konstruksi 98,68 persen per 3 Juli 2026 dan diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.
Sementara itu kesiapan lahan untuk akses Bokoharjo per 1 Juli 2026 telah mencapai 99,38 persen. Dengan rampungnya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA), proyek ini siap untuk segera dieksekusi secara masif agar dapat beroperasi tepat waktu.
Akses Bokoharjo nantinya akan terhubung secara terintegrasi dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan-Gading yang menjadi jalur utama menuju kawasan selatan Yogya. Kehadiran akses ini diharapkan menjadi alternatif distribusi lalu lintas dan mempermudah mobilitas masyarakat di Yogya.
Sebagai tindak lanjut penguatan sinergi di tingkat daerah, jajaran Direksi Jasa Marga juga melakukan kunjungan kerja ke gerbang tol Purwomartani bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Baca juga: Jalan Tol Prosiwangi dan Dampaknya untuk Jawa Timur
Rivan menjelaskan bahwa Akses Bokoharjo juga akan mempermudah akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan. Akses ini akan menjadi gerbang utama yang mempermudah mobilitas wisatawan menuju klaster destinasi favorit seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi.
“Kami berharap kehadiran akses ini dapat menjadi pintu masuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru sehingga sektor pariwisata Yogyakarta dan Gunungkidul bisa berkembang secara berkelanjutan,” tandasnya.