Triwulan II Porsi Kredit Bank dalam Pembiayaan Proyek Perumahan Meningkat
Seiring menurunnya bunga kredit perbankan selama triwulan dua 2026, penggunaan kredit bank dalam pengembangan perumahan pun meningkat.
Menurut Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia yang dirilis akhir pekan ini, pada triwulan II 2026, sumber pembiayaan utama pengembang dalam pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal perusahaan dengan pangsa 73,28 persen dari total kebutuhan pembiayaan.
Sedangkan sumber pembiayaan lainnya berasal dari pinjaman perbankan dengan porsi 17,89 persen dan pembayaran dari konsumen sebesar 8,83 persen.
Kendati penggunaan dana internal perusahaan oleh developer dalam pengembangan perumahan masih sangat dominan, porsinya menurun cukup dalam pada triwulan II 2026.
Sebaliknya proporsi penggunaan kredit bank meningkat tinggi, begitu pula porsi pembayaran dari konsumen.
Sebagai perbandingan, pada triwulan I 2026 penggunaan dana internal perusahaan oleh developer dalam pengembangan properti residensial, mencapai 80,66 persen dari total kebutuhan pembiayaan.
Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 6 triwulan terakhir. Sementara penggunaan kredit bank hanya 13,74 persen pada triwulan I, terendah dalam 6 triwulan terakhir.
Baca juga: Porsi Kredit Bank dalam Pembiayaan Proyek Residensial Masih Terus Menurun
Begitu pula pembayaran dari konsumen, pada triwulan I proporsinya hanya 5,60 persen, terendah dalam 6 triwulan terakhir.
Masih harus dilihat, apakah propersi penggunaan kredit bank oleh developer dalam pengembangan proyek perumahan itu,masih akan meningkat pada triwulan III, mengingat bunga bank mulai kembali naik menyusul keputusan BI menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) selama Mei-Juni 2026.
Porsi Pembiayaan Pengembangan Properti Residensial (%)
Periode Dana Internal Kredit Bank Pembayaran Konsumen
Triwulan II 2026 73,28 17,89 8,83
Triwulan I 2026 80,66 13,74 5,60
Triwulan IV 2025 80,14 14,15 5,71
Triwulan III 2025 77,67 16,02 6,31
Triwulan II 2025 78,36 15,68 5,96
Triwulan I 2025 77,28 16,62 6,10
Sumber: Bank Indonesia, diolah