Kamis, Agustus 13, 2026
HomeBerita PropertiBTN-PPATK Perbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni di 4 Daerah

BTN-PPATK Perbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni di 4 Daerah

Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik keluarga prasejahtera di empat daerah di Indonesia.

Masing-masing 5 unit di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo, melanjutkan kolaborasi BTN-PPATK tahun lalu yang telah memperbaiki 15 RTLH, sehingga total ada 35 rumah menjadi penerima manfaat program bedah rumah BTN.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan, perbaikan RTLH menjadi salah satu solusi menjangkau masyarakat yang belum mampu memiliki rumah melalui pembiayaan perbankan dan memperbaiki rumah secara mandiri. Saat ini sekitar 1 dari 3 keluarga Indonesia masih tinggal di RTLH.

“BTN hidup dari industri perumahan. Jadi, kami memahami betul belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 yang penghasilannya terbatas. Karena itu, salah satu solusinya, melalui bedah rumah,” kata Nixon dalam seremoni serah terima RTLH yang sudah diperbaiki di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026), dikutip dari keterangan BTN.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan RTLH membutuhkan keterlibatan banyak pihak. BTN dan PPATK berkomitmen menjadikan program bedah rumah sebagai kegiatan tahunan, dengan target masyarakat miskin.

“Apa yang kita lakukan hari ini memang masih kecil. Tapi, kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak hanya menunggu pemerintah, korporasi juga bisa bergerak bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Nixon.

Baca juga: Pemerintah Usul 2027 Target Program Bedah Rumah Jadi 2 Juta Unit

Program bedah rumah juga sejalan dengan transformasi BTN menuju Beyond Mortgage, Membangun Rumah, Membangun Kehidupan, sekaligus semangat transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. BTN sendiri telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di seluruh Indonesia.

Sementara Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyampaikan, program bedah rumah merupakan bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang telah memasuki usia 24 tahun.

“Dalam rangka Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang ke-24, kami bersama seluruh stakeholder, saat ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita memenuhi kebutuhan dasarnya. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama BTN,” ungkap Ivan.

Semangat “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” juga akan diperluas melalui literasi keuangan keluarga. Keluarga merupakan kelompok terkecil di masyarakat yang menjadi fondasi dalam membentuk perilaku finansial yang sehat dan berkelanjutan.

Salah satu penerima manfaat, Sanatra, yang sebelumnya tinggal bersama keluarganya di rumah yangi rusak dan bocor, mengaku sangat senang rumahnya diperbaiki BTN.

“Dulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau perbaiki enggak punya uang, untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja (kurang). Alhamdulillah sekarang rumahnya sudah bagus. Senang banget saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN,” katanya.

Baca juga: Kepala BPS: Rumah Tangga Belum Punya Rumah 9,29 Juta, Rumah Tidak Layak Huni18,01 Juta

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah juga mengapresiasi langkah yang dilakukan BTN dan PPATK, karena kemiskinan di Kabupaten Lebak masih sekitar 8,03 persen, dengan sekitar 5.000 warga berada dalam kategori kemiskinan ekstrem sehingga turut memengaruhi kondisi tempat tinggal mereka. “Kami berharap bedah rumah ini bisa terus hadir di Lebak,” ujar Amir.

Penerima manfaat program bedah rumah BTN-PPATK ditentukan melalui koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lebak, disertai proses verifikasi kondisi rumah dan kelayakan penerima.

Berita Terkait

Ekonomi

Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Sudah di Jalur yang Tepat

Kendati berbagai ekonomi mengritik kondisi ekonomi Indonesia yang hanya...

Indonesia Gandeng China Kembangkan Kawasan Industri Madura

Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengembangan kawasan...

BRI: SAL yang Ditempatkan di Perbankan akan Perkuat Sektor Riil

Bank BRI menyambut baik langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan...

Berita Terkini