Rumah Subsidi yang Dibiayai Bank BSN Terhuni Nyaris 100 Persen
Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberhasilan program KPR subsidi pemerintah, tidak hanya melalui peningkatan penyaluran pembiayaan tetapi juga memastikan fasilitas tersebut tepat sasaran dan berdaya guna bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Bank BSN mencatatkan tingkat validasi elektronik monitoring dan evaluasi (e-Monev) melalui pelaporan aplikasi akuHUNI mencapai 92,58 persen. Capaian itu mencakup pelaporan keterhunian terhadap 3.381 MBR penerima manfaat. Capaian ini menempatkan Bank BSN sebagai salah satu bank penyalur dengan kinerja terbaik dalam pelaporan dan pemantauan pemanfaatan rumah subsidi.
“Keberhasilan program perumahan bersubsidi bukan hanya diukur dari pertumbuhan kuantitas pencairan akad tapi juga keterhimpunan dan pemanfaatan nyata fisik bangunan sebagai tempat tinggal utama,” ujar Mochamad Yut Penta, Direktur Consumer Banking Bank BSN melalui siaran pers Jumat (7/8).
Bagi Bank BSN, keberhasilan KPR subsidi bukan berhenti pada saat akad pembiayaan karena tujuan akhirnya adalah memastikan rumah tersebut benar-benar menjadi tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu indikator keterhunian menjadi sangat penting untuk memastikan subsidi pemerintah memberikan manfaat secara tepat sasaran.
baca juga: Dorong Penyaluran KPR Bagi Pekerja Informal, SiapKPR-Bank BSN Lansir Pilot Project Skim Rent to Own
Menurut Penta, penguatan pengawasan pasca penyaluran merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menekan risiko adanya aset rumah subsidi yang tidak terhuni (idle), disewakan, atau dialihkan kepemilikannya secara ilegal.
Adapun dalam ekosistem perumahan nasional, aplikasi akuHUNI menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas program KPR subsidi karena keberhasilan program perumahan tidak cukup hanya diukur dari jumlah rumah yang berhasil dibiayai. Rumah subsidi harus benar-benar dimiliki, dihuni, dan dimanfaatkan oleh kalangan MBR yang menjadi sasaran program ini.
“Kami ingin tumbuh dengan kualitas. Semakin besar penyaluran KPR subsidi Bank BSN, semakin besar pula tanggung jawab kami untuk memastikan rumah yang dibiayai benar-benar dihuni oleh penerima manfaat. Bukan sekadar akad tetapi sampai rumah benar-benar menjadi hunian,” imbuhnya.
Guna memperkuat capaian tersebut, Bank BSN akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis data sekaligus mempererat kolaborasi strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta asosiasi pengembang (developer).
Monitoring keterhunian juga penting untuk mencegah penyimpangan pemanfaatan rumah subsidi seperti rumah yang tidak dihuni, dialihkan penggunaannya, atau tidak dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.
Baca juga: Hingga April Bank Syariah Nasional Sudah Salurkan KPR FLPP untuk 16.523 Rumah
Dengan pengawasan yang semakin kuat, subsidi perumahan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi MBR tetapi juga menciptakan kawasan hunian yang benar-benar hidup, produktif, dan berkelanjutan.
Itu karena rumah subsidi bukan sekadar angka penyaluran pembiayaan. Di balik setiap akad terdapat keluarga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. Karena itu, bagi Bank BSN ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika rumah yang dibiayai benar-benar menjadi rumah bagi masyarakat yang sesuai target.
“Ke depan kami akan terus mendukung agenda pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau sekaligus memastikan pertumbuhan KPR subsidi tetap dilandasi prinsip tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkas Penta.