Jumat, Agustus 7, 2026
HomeBerita PropertiHarga Rumah Tetap Meningkat, Meski Penjualannya Masih Berat

Harga Rumah Tetap Meningkat, Meski Penjualannya Masih Berat

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan II (Q2) 2026 yang dilansir, Jumat (7/8/2026), menyebutkan, penjualan rumah baru di proyek real estate pada Q2 2026 masih berat.

Masih tumbuh minus atau terkontraksi 2,36 persen secara tahunan (yoy), kendati jauh membaik dibanding triwulan I 2026 yang terkontraksi 25,67 persen (yoy).

Kendati penjualan masih suram, Bi mencatat harga properti residensial di pasar primer tetap meningkat pada Q2 2026 kendati terbatas.

Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Q1 2026 sebesar 110,89, atau tumbuh 0,69 persen secara tahunan (yoy) dibanding Q1 2026 sebesar 0,62 persen (yoy).

Peningkatan terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan harga rumah tipe besar. Indeks harga rumah tipe besar tercatat sebesar 108,41 atau tumbuh 0,68 persen (yoy), dibanding Q1 2026 sebesar 0,50 persen (yoy).

Baca juga: Menurun Pertumbuhan Harga Rumah Kecil dan Menengah Selama Triwulan Pertama

Sedangkan indeks harga rumah tipe kecil tercatat sebesar 113,89, atau tumbuh melambat sebesar 0,49 persen (yoy) dari Q1 2026 sebesar 0,61 persen (yoy). Sementara indeks harga rumah tipe menengah tercatat sebesar 114,01, relatif stabil dibandingkan Q1 2026.

Dari 18 kota yang disurvei, 10 kota mengalami peningkatan pertumbuhan harga secara tahunan, 7 kota mengalami penurunan pertumbuhan, dan 1 kota mencatat pertumbuhan yang relatif stabil.

Secara triwulanan (qtq), IHPR di pasar primer pada Q2 2026 tumbuh 0,26 persen (qtq), meningkat dibandingkan Q1 2026 sebesar 0,04 persen (qtq).

Peningkatan terutama didorong oleh harga rumah tipe menengah yang tumbuh 0,40 persen (qtq), setelah terkontraksi 0,01 persen (qtq) pada Q1 2026.

Harga rumah tipe besar tumbuh 0,26 persen (qtq) pada Q2 2026, lebih tinggi dibandingkan Q1 2026 yang tumbuh 0,06 persen.

Baca juga: Stok Melimpah, Daya Beli Masih Lemah, Harga Rumah Besar Terkoreksi, Rumah Kecil dan Menengah Tak Bergerak

Sebaliknya harga rumah tipe kecil terkontraksi (minus) 0,02 persen (qtq), setelah pada Q1 2026 tumbuh 0,06 persen (qtq).

Secara spasial, peningkatan harga secara triwulanan pada Q2 2026 terutama bersumber dari pertumbuhan harga rumah di Pekanbaru dan Jabodebek-Banten, yang masing-masing tumbuh 3,26 persen (qtq) dan 0,23 persen (qtq), dari Q1 2026 tumbuh 0,00 persen (qtq) dan 0,04 persen (qtq).

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin: Perdagangan Indonesia-Tailan Akan Mencapai USD30 Miliar Tahun 2030

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Thai Chamber...

Manufaktur RI Tetap Ekspansif Bila Pasar Domestik Terus Membaik

S&P Global merilis Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia...

Yang Full Nganggur Masih 7,22 Juta, Setengah Pengangguran 10,78 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (5/8/2026), tingkat pengangguran...

Berita Terkini