Selasa, Oktober 20, 2026
HomeBerita PropertiAkumulasi Pembiayaan Perumahan SMF Capai Rp141,61 Triliun

Akumulasi Pembiayaan Perumahan SMF Capai Rp141,61 Triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan nasional.

Di tengah dinamika perekonomian dan terus meningkatnya kebutuhan pendanaan jangka panjang, SMF secara konsisten menjalankan mandat untuk menjaga pasar pembiayaan perumahan tetap likuid, stabil, dan efisien.

Hingga Juni 2026, SMF telah membukukan akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp141,61 triliun. Khusus sepanjang semester pertama 2026, penyaluran pembiayaan perusahaan mencapai Rp14,09 triliun. Dukungan tersebut disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit pemilikan rumah kepada masyarakat.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, capaian penyaluran pembiayaan tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran SMF dalam menjembatani kebutuhan pendanaan jangka panjang sektor perumahan.

“Kami terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan. Peran ini menjadi semakin penting karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek,” ujarnya melalui siaran pers Senin (3/8).

Baca juga: SMF dan PNM Sudah Biaya Renovasi 25.000 Rumah untuk Tempat Usaha?

Selain melalui penyaluran pembiayaan, SMF menjalankan fungsi sebagai liquidity provider melalui sekuritisasi aset kredit perumahan. Hingga Juni 2026, SMF telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp14,21 triliun. Sekuritisasi memungkinkan lembaga keuangan melakukan recycle atas aset kredit perumahan menjadi sumber likuiditas baru sehingga kapasitas penyaluran pembiayaan dapat terus ditingkatkan.

Dalam menjalankan fungsi sebagai alat fiskal pemerintah, SMF juga berperan menyediakan dana pendamping sebesar 25 persen dalam program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pendanaan tersebut berasal dari skema blended finance antara Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dana hasil penerbitan surat utang SMF.

Hingga Juni 2026, akumulasi PMN yang diterima SMF untuk mendukung program KPR FLPP mencapai Rp17,91 triliun. Dana tersebut berhasil dioptimalkan melalui pendanaan dari SMF sehingga menghasilkan total penyaluran sebesar Rp36,77 triliun untuk mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah.

Baca juga: Sinergi Bank BNI-SMF Bangun Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Seluruh PMN yang diterima SMF telah disalurkan sampai dengan Juni 2026. Optimalisasi tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan sekaligus membantu mengurangi kebutuhan dukungan langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Setiap dana pemerintah yang dipercayakan kepada SMF harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar. Melalui skema pendanaan yang terukur dan berkelanjutan, SMF tidak hanya menyalurkan dana tetapi juga menciptakan kapasitas pembiayaan baru yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” imbuh Ananta.

Berita Terkait

Ekonomi

2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Jaga Stabilitas Ekonomi dan Genjot Ekspor

Stabilitas perekonomian menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga...

Mengenal Investasi Obligasi: Pohon yang Berbuah Rutin

Investasi cerdas yang banyak dilakukan dengan membuat uang yang...

Kadin Ajak MSCI Bijak Nilai Pasar Modal Indonesia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya...

WALHI Telusuri yang Terlibat dan Diuntungkan oleh Karhutla

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) meluncurkan kajian berjudul “Siapa di...

Berita Terkini