Kemenpar dan Danantara Kolaborasi Dorong Sektor Pariwisata
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mendorong investasi serta pengembangan pariwisata Indonesia.
Kesepakatan kolaborasi ini dituangkan dalam perjanjian kesepahaman bersama yang ditandatangani Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani di Kantor Danantara, Jakarta, pekan ini.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan semangat kolaborasi serta kesamaan visi yang kuat dalam mendorong pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti dikutip dari siaran pers Kamis (13/8).
Kerja sama ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung visi pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu karena sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut karena mampu menggerakkan investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah ekonomi hingga ke daerah.
Peran itu tercermin dari capaian sektor pariwisata nasional yang menghasilkan devisa sebesar 18,27 miliar dolar AS atau setara Rp305,4 triliun pada 2025. Sektor pariwisata juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja bagi 25,91 juta orang.
Momentum positif tersebut berlanjut pada tahun ini. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata Indonesia yang tetap mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik.
Baca juga: Tiket Pesawat Kian Mahal, Tapi Kunjungan Turis Asing Tetap Meningkat
Hal lainnya lagi, kapasitas yang dimiliki Kemenpar dan Danantara dapat saling melengkapi untuk mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mempercepat kemajuan pariwisata Indonesia.
Danantara, dengan kapasitas pendanaan dan jangkauan investasinya, memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan destinasi, infrastruktur, serta ekosistem investasi pariwisata. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat terus terjaga agar setiap peluang kerja sama dapat dikembangkan secara produktif, berkelanjutan, dan akuntabel. Yang terpenting adalah bagaimana kesepahaman ini dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan dampak nyata,” imbuh Widiyanti.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pertukaran data dan informasi terkait pengembangan pariwisata, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, pengembangan destinasi maupun sarana serta prasarana pariwisata, dan pengembangan produk pariwisata minat khusus.
Kerja sama juga mencakup pengembangan industri dan investasi pariwisata, pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri, serta dukungan terhadap pengembangan dan penyelenggaraan kegiatan (event) pariwisata.
Baca juga: Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, sektor pariwisata memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan secara cepat sekaligus memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap berbagai industri, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis yang sangat penting agar kolaborasi dan engagement Danantara beserta seluruh ekosistemnya dapat mendukung peningkatan sektor pariwisata. Ada peluang yang besar seperti pengembangan hotel di bawah naungan InJourney, penyelenggaraan event termasuk konser artis internasional, dan sebagainya,” katanya.