Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan.
Meningkat makin tinggi sebesar 14,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), dan naik 7,22 persen dibandingkan April 2025 (yoy).
Sebagai perbandingan, pada Maret 2026 jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia mencapai 1,09 juta kunjungan. Turun 6,17 persen secara bulanan (mtm) dibandingkan Februari 2026, tapi meningkat 10,50 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan Maret 2025.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari-April 2026 mencapai 4,68 juta, meningkat 8,24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (ctc).
Penurunan nilai tukar rupiah yang signifikan sejak April 2026 menjadi salah satu faktor pendorong makin tingginya kunjungan turis asing tersebut, kendati BPS tidak secara eksplisit menyebutkan demikian.
Rupiah bukan hanya melemah terhadap dolar AS (USD), tapi juga terhadap hampir semua mata uang negara mitra seperti ringgit Malaysia, dolar Singapura, Baht Thailand, Yen Jepang, Won Korea, dan seterusnya.
Dengan mata uang yang lebih kuat, turis dari berbagai negara mitra bisa mendapatkan lebih banyak saat melancong ke Indonesia.
Secara umum, menurut BPS, jumlah kunjungan wisman berfluktuasi selama Januari-April 2026. Jumlah kunjungan pada Januarai 2026 tercatat sebesar 1,19 juta kunjungan, kemudian menurun menjadi 1,16 juta kunjungan pada Februari, dan makin turun menjadi 1,09 juta kunjungan pada Maret. Pada April 2026, jumlah kunjungan wisman kembali meningkat menjadi 1,25 juta kunjungan.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke RI Terus Naik, Tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Malaysia, Thailand dan Vietnam
Jika dibandingkan dengan April 2025 (yoy), sebagian besar kelompok wisman (berdasarkan paspor yang dipegang) pada April 2026 mengalami peningkatan kunjungan.
Kunjungan wisman Asia selain ASEAN mengalami peningkatan tertinggi sebesar 16,66 persen. Diikuti wisman asal ASEAN sebesar 15,57 persen, dan wisman asal Oseania 5,27 persen.
Sementara wisman asal Timur Tengah, Eropa, dan Afrika mengalami penurunan masing-masing sebesar 25,09 persen, 15,50 persen, dan 0,64 persen.
Sebaliknya, dibanding Maret 2026 (mtm), seluruh kelompok wisman mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Kenaikan tertinggi tercatat pada wisman asal Timur Tengah sebesar 108,10 persen, diikuti Afrika 87,28 persen, dan Asia selain ASEAN 25,29 persen. Sedangkan kenaikan terendah tercatat pada wisman asal ASEAN sebesar 5,41 persen.
Baca juga: Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2026 masih didominasi wisman asal Malaysia sebanyak 207,96 ribu kunjungan (16,65 persen).
Disusul wisman asal Australia 157,96 ribu kunjungan (12,65 persen), Tiongkok 133,99 ribu kunjungan (10,73 persen), dan Singapura 111,44 ribu kunjungan (8,92 persen).
Dalam hal rata-rata lama tinggal, wisman yang meninggalkan Indonesia pada April 2026 menghabiskan waktu selama 10,38 malam di Indonesia.