Setelah lebih dari 25 tahun mewarnai cakrawala properti di Sydney, Australia, melalui berbagai proyek residensial dan mixed-use, pengusaha properti asal Indonesia Iwan Sunito kembali mencatat sejarah.

Proposal pengembangan kawasan Spencer Street di Five Dock, Sydney, yang diajukannya melalui One Global Capital, ditetapkan Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW), sebagai proyek prioritas negara atau State Significant Development (SSD) melalui jalur Housing Delivery Authority (HDA).

Status SSD diberikan karena proyek properti campuran (mixed use) dengan nilai investasi AUD1,9 miliar atau sekitar Rp25 triliun itu, dinilai memberikan kontribusi penting bagi negara bagian NSW secara ekonomi, lingkungan, sosial, dan penyediaan hunian.

Status tersebut menempatkan proyek dalam jalur perencanaan prioritas bagi proyek-proyek dengan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pasokan hunian di NSW, sekaligus menjadi salah satu pencapaian paling penting Iwan Sunito selama menjadi pengembang di Australia.

Melalui jalur HDA, proyek mendapat izin meningkatkan kapasitas pembangunan dengan Floor Space Ratio (FSR) sekitar 5,7:1, meningkat signifikan dibanding ketentuan dasar sebelumnya sebesar 3,0:1 FSR.

Luas bangunan yang dapat dikembangkan juga bertambah, dari sekitar 42.300 m² menjadi 80.400 m², sehingga menciptakan tambahan sekitar 38.100 m2 ruang pengembangan baru untuk hunian, hotel, area komersial, retail, serta fasilitas publik.

Baca juga: Iwan Sunito Luncurkan Proyek Rp19 Triliun di Five Dock

Five Dock dirancang sebagai sebuah destinasi mixed-use modern yang mengintegrasikan hunian, hospitality, aktivitas komersial, dan ruang publik dalam satu ekosistem perkotaan yang terhubung.

Proyek akan menghadirkan sekitar 840 hunian baru, plus hotel, ruang komersial dan retail, ruang publik, konektivitas pejalan kaki yang lebih baik, serta komponen hunian terjangkau yang mendukung upaya Pemerintah NSW meningkatkan pasokan perumahan.

Bagi Indonesia, pencapaian ini mencerminkan makin besarnya peran dan pengaruh perusahaan Indonesia di pasar properti global. Di salah satu pasar properti paling kompetitif di dunia, Iwan melalui platform investasi dan pengembangan real estat One Global Capital, berhasil menempatkan proyeknya sebagai bagian dari kelompok pengembangan strategis yang diprioritaskan dalam agenda penyediaan hunian Pemerintah NSW.

Sebagai Founder dan Group CEO One Global Capital, Iwan menyambut senang keputusan Pemerintah NSW menetapkan proposal Five Dock sebagai SSD.

“Keputusan itu merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas proposal, kesiapan proyek, serta kemampuan One Global Capital dalam merancang dan merealisasikan proyek berskala kota yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat dalam jangka panjang,” katanya melalui keterangan, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: Strategi Investasi Iwan Sunito: Riset Mendalam, Sabar, dan Paham Arah Pengembangan Kota

Dok. One Global Capital

Dua arsitek, satu visi
Bagi Iwan, Five Dock memiliki makna yang jauh melampaui angka investasi dan skala pengembangan. Lebih dari empat dekade lalu, ia meninggalkan Indonesia untuk kuliah arsitektur di NSW, Australia, dengan sebuah impian suatu hari bisa berkontribusi dalam pembangunan kota-kota dunia.

Setelah lebih dari 25 tahun berkarya di industri properti Australia, Five Dock menjadi babak baru dalam mewujudkan impian tersebut.

Proyek mempertemukan lagi Iwan dengan arsitek global Koichi Takada, yang dipercaya merancang Five Dock sebagai kawasan yang menggabungkan hunian, hotel, retail, ruang komersial, dan ruang publik, dengan konsep berkelanjutan.

Keduanya memiliki perjalanan profesional dan filosofi desain berbeda, namun saling melengkapi. Iwan meraih gelar Bachelor of Architecture with Honours dan Master of Construction Management dari UNSW Sydney, sebelum menjadi arsitek terdaftar di New South Wales, dan membangun reputasi sebagai salah satu pengembang properti paling dikenal di Sydney.

Baca juga: One Global Capital Melawan Arus Pasar Properti Australia

Latar belakang itu membentuk cara pandangnya terhadap pengembangan kota. Bagi Iwan, sebuah proyek tidak hanya diukur dari nilai investasi, luas bangunan, atau kelayakan finansial, tetapi juga dari kualitas pengalaman manusia yang tercipta di dalamnya.

Sementara Koichi dikenal melalui pendekatan desain yang organik, emosional, dan terinspirasi oleh alam. Karya-karyanya menempatkan hubungan antara manusia, arsitektur, lanskap, dan lingkungan sebagai inti dari pengalaman ruang.

Five Dock mempertemukan perspektif Iwan sebagai arsitek, pengembang, investor, dan pembentuk komunitas, dengan keberanian artistik serta pendekatan desain khas Koichi Takada.

“Selama lebih dari 25 tahun kami turut membangun berbagai bagian dari skyline Sydney. Kini kami ingin melangkah lebih jauh. Bukan sekadar membangun gedung, tapi membangun sebuah komunitas yang hidup; tempat orang tinggal, bekerja, berkumpul, dan menikmati kehidupan selama puluhan tahun ke depan,” tutur Iwan.

Baca juga: One Global Capital Cairkan Imbal Hasil Rp1,2 Triliun dari Proyek Five Dock Sydney

Kalau sebagian besar proyek mixed-use dibangun dengan formula yang relatif serupa: retail di lantai dasar, hunian di atasnya, dan ruang publik sebagai elemen pelengkap, Five Dock memilih pendekatan berbeda. Dalam masterplan-nya, pengalaman manusia dan kualitas ruang publik ditempatkan sebagai titik awal perancangan.

Bangunan, lanskap, jalur pejalan kaki, plaza, retail, hotel, restoran, ruang hijau, seni, dan fasilitas komunitas dirancang sebagai satu pengalaman yang saling terhubung.

Tim desain juga mengeksplorasi bentuk arsitektur yang lebih organik, bangunan dengan identitas yang berbeda namun tetap harmonis sebagai satu kesatuan, serta ruang terbuka yang mendorong interaksi masyarakat dari pagi hingga malam hari.

Five Dock diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat Inner West dan Sydney secara keseluruhan. “Di proyek ini kami tidak hanya bertanya berapa banyak bangunan yang dapat ditempatkan di atas lahannya, tapi juga bertanya apengalaman seperti apa yang belum pernah dihadirkan sebuah kawasan mixed-use bagi masyarakat Sydney?” tutup Iwan.