Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiStrategi Investasi Iwan Sunito: Riset Mendalam, Sabar, dan Paham Arah Pengembangan Kota

Strategi Investasi Iwan Sunito: Riset Mendalam, Sabar, dan Paham Arah Pengembangan Kota

“The best investment on earth is earth.” Demikian kutipan terkenal Louis Glickman, investor properti asal New York, Amerika Serikat (AS).

Louis menyatakan hal itu untuk menegaskan, properti adalah salah satu investasi paling menguntungan, karena ketersediaan lahan yang terus berkurang, inflasi, permintaan yang terus naik, dan terus berkembangnya infrastruktur wilayah.

Hal itu disimak dengan baik oleh Iwan Sunito, Founder & CEO One Global Capital, perusahaan investasi dan pengembang properti ternama yang berbasis di Sydney, Australia, dan membuktikan kebenarannya.

Salah satunya melalui investasi di Five Dock, kawasan suburban Sydney. Dengan modal Rp150 miliar, pria kelahiran Surabaya 1966 ini mengakuisisi lahan di 155 William Street, Five Dock, tahun 2002.

Lahan di pinggiran Sydney yang hanya berupa showroom mobil bekas dengan ceceran oli di sana-sini, dan bising oleh deru truk-truk bermuatan berat yang melintasi Parramatta itu, tidak dilirik pengembang.

Namun, pria yang menghabiskan masa remaja di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini, justru melihatnya sebagai peluang emas untuk membangun masa depan kota, alih-alih sekedar mengembangkan sebidang tanah.

“Tanpa peliputan media, tanpa pesta peresmian, hanya dering telepon, proposal sederhana, dan tentu saja optimisme (kami mengakuisisi lahan tersebut),” kenang Iwan seperti dikutip keterangan tertulis One Global Capital yang diterima beberapa hari lalu.

Setelah mengakuisisi lahan tersebut, Iwan dan koleganya yang saat itu bernaung di bawah bendera Crown Group tidak langsung mengembangkannya, melainkan menyewakannya sebagai showroom mobil.

“Selama lebih dari satu dekade, harga sewa dipatok hanya AUD1 juta per tahun. Sekadar cukup untuk membayar bunga dan biaya operasional, hingga waktunya lahan layak dikembangkan,” terang Iwan.

Baca juga: Valuasi Mal One Global Gallery Melonjak Pasca Diakuisisi Iwan Sunito dari Crown Group

Filosofi “urban chess”
Momentum baru datang pada 2019, saat Pemerintah New South Wales (NSW) meluncurkan Parramatta Road Transformation Strategy, yang mengubah aturan zonasi dan membuka potensi besar di koridor itu.

Pemerintah NSW menetapkan kawasan Five Dock sebagai pusat pertumbuhan baru, dengan stasiun metro modern yang akan menghubungkan Parramatta dengan pusat bisnis Sydney atau Sydney CBD secara cepat dan efisien.

Menurut Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, proyek metro dan zonasi baru itu menciptakan peluang luar biasa untuk pengembangan perumahan dan properti komersial di kawasan Five Dock dan sekitarnya.

“Five Dock akan menjadi titik strategis (baru) dalam konektivitas kota,” jelas Albanese yang juga merupakan warga wilayah tersebut. Para ahli tata kota mendukung optimisme tersebut.

“Five Dock adalah studi kasus ideal bagaimana transportasi publik dan perencanaan terpadu, menciptakan pusat kota baru yang inklusif dan bernilai tinggi,” kata Prof. Nicole Gurran, pakar perencanaan dari University of Sydney.

Alhasil, Five Dock yang dulu dipandang sebelah mata, kini berdiri di garis depan perubahan. Zonasi lahan berubah secara dramatis. Potensi GFA (Gross Floor Area) melonjak menjadi 65.000 m² dan membuka kesempatan pembangunan 750 apartemen.

Iwan Sunito (Dok. pribadi)

Dampak lebih jauh, lahan yang tahun 2002 dibeli Iwan Sunito dan koleganya seharga Rp150 miliar, kini nilainya meroket menjadi Rp1 triliun, dengan potensi pengembangan senilai lebih dari Rp10 triliun.

“Ini bukan spekulasi, tapi strategi, riset mendalam, kesabaran, dan kemampuan membaca arah pengembangan tata kota. Nilai investasi terbaik itu tercapai bahkan sebelum pengurusan IMB. Kesabaran itu membuahkan hasil berlipat ganda,” tutur Iwan.

Baca juga: Iwan Sunito Ajak Lebih Banyak Orang Indonesia Berinvestasi Dalam Proyek Hotel di Australia

Dia berencana mengembangkan proyek mixed-use mid-rise di Five Dock. Dirancang menjadi ikon baru, karena letaknya sangat strategis, hanya 20 menit dari CBD Sydney dengan Sydney Metro West yang tengah dibangun.

Di tengah pasar properti yang stakeholder-nya sering terobsesi pada investasi dan keuntungan jangka pendek, Iwan memiliki filosofi berbeda, yakni urban chess.

Setiap akuisisi yang dilakukan, dievaluasi dari sisi urban, baik perubahan zonasi, kebijakan infrastruktur, maupun proyeksi pertumbuhan kotanya.

One Global Capital, lahirnya filosofi baru
Sebagai pendiri Crown Group (1996), Iwan Sunito telah menciptakan ikon-ikon arsitektur yang menghiasi di langit Sydney.

Namun, Five Dock menjadi lebih dari sekadar proyek, tapi merupakan titik balik transformasi dari Crown Group ke One Global Capital yang dibentuknya tahun 2023 itu.

“Dari sini lahir visi One Global Capital, platform untuk mengubah aset tersembunyi menjadi investasi unggulan dengan struktur modal kecil, utang rendah, dan visi jangka panjang,” paparnya.

Dalam 12 bulan terakhir One Global Capital telah mengakuisisi dan mengoperasikan One Global Resorts, proyek resor dan kawasan gaya hidup senilai Rp1 triliun, proyek hunian mixed-use senilai Rp280 miliar Grand Eastlakes, dan Macquarie Park Hotel, proyek hotel modular senilai Rp750 miliar.

Baca juga: 3 Tips Berinvestasi dan Berbisnis di Australia dari Iwan Sunito

One Global Capital memiliki visi mengulang kesuksesan itu, dengan melebarkan kemitraan dari semula hanya segelintir partner menjadi 1.000 partner lintas geografi dan kelas aset, dengan pendekatan yang menggabungkan co-investor aktif dan mitra pasif.

“Banyak mitra baru kami berasal dari AS dan Tiongkok, yang tertarik bergabung lantaran stabilitas properti Australia dan pendekatan investasi butik kami yang personal,” jelas Iwan.

Ia menegaskan, One Global Capital bukan institusi dana atau platform urun dana (crowdfunding) massal, melainkan jalur investasi yang eksklusif, personal, dan kolaboratif.

“Model hibrid itu memungkinkan mitra pasif menikmati hasil stabil, sementara mitra aktif ikut membentuk proyek sejak tahap awal,” tukasnya.

Baca juga: 3 Tips Berinvestasi dan Berbisnis di Australia dari Iwan Sunito

Kini, jaringan sindikasi 1.000 mitra eksklusif One Global Capital sedang dibangun, untuk pengembangan proyek di Sydney, Jakarta, Los Angeles, dan Singapura.

Setiap proyek membawa DNA Five Dock. Yakni, akuisisi berbasis keyakinan, utang rendah, arus kas nyata, dan kenaikan nilai jangka panjang. “Kami hanya butuh 1.000 orang yang berpikir seperti kami, yang ingin membangun kota, bukan sekadar portofolio,” pungkas pria yang berbisnis properti sejak lebih dari 25 tahun lalu, setelah meraih gelar sarjana arsitektur (1992) dan master manajemen konstruksi (1993) di University of New South Wales (UNSW).

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini