Senin, Juli 20, 2026
HomeBerita PropertiMengenal 5+5 Kereta Api dengan Relasi Terpanjang di Indonesia

Mengenal 5+5 Kereta Api dengan Relasi Terpanjang di Indonesia

Di antara layanan kereta api (KA) jarak jauh yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa, terdapat 5 KA dengan relasi perjalanan terpanjang, mencapai 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer.

Perjalanan panjang tersebut menawarkan pengalaman menarik bagi pelanggan, karena bisa menikmati perubahan pemandangan mulai dari kawasan perkotaan, persawahan, pegunungan, pesisir, hingga bentang alam di ujung timur Pulau Jawa.

“Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” kata Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba melalui keterangan dikutip akhir pekan ini.

“Perjalanan panjang dengan kereta api memberi ruang bagi pelanggan untuk beristirahat, berbincang bersama keluarga, membaca, bekerja, atau menikmati pemandangan. Pengalaman berlibur pun dapat dimulai sejak kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan,” sambung Anne.

Berikut lima kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia tersebut:

1.⁠ ⁠KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang pp.
Jarak: sekitar 1.030 kilometer. Tahun 2025 melayani 533.988 pelanggan, selma Semester I 2026 melayani 247.142 pelanggan.

Kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia ini menghubungkan Jakarta dengan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, melalui sejumlah kota di pesisir utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember.

Setibanya di Banyuwangi, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, kawasan kota Banyuwangi, maupun Pelabuhan Ketapang untuk perjalanan lanjutan menuju Bali.

2.⁠ ⁠KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pp
Jarak: sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, telah melayani 133.119 pelanggan.

KAI ini menghubungkan Bandung dengan Ketapang melalui lintas selatan Pulau Jawa, melalui sejumlah kota seperti Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.KA Sangkuriang memperluas pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca juga: KA Blambangan Ekspres, Kereta dengan Rute Terpanjang, Lebih dari 1.000 Km

3.⁠ ⁠KA Pandalungan relasi Gambir–Jember pp
Jarak: sekitar 919 kilometer. Tahun 2025 melayani 409.200 pelanggan, selama Semester I 2026 melayani 211.325 pelanggan.

KA ini menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan Tapal Kuda Jawa Timur melalui Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember. Relasi ini mendukung perjalanan menuju pusat pendidikan, pemerintahan, perdagangan, serta pariwisata di Jawa Timur. Dari Jember, pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi alam dan budaya di kawasan Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.

4.⁠ ⁠KA Gajayana relasi Gambir–Malang pp
Jarak: sekitar 904 kilometer. Tahun 2025 melayani 308.106 pelanggan, selama Semester I 2026 melayani 162.379 pelanggan.

KA ini melayani perjalanan antara Gambir dan Malang, melewati sejumlah kota di lintas selatan seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kepanjen. Perjalanan menghadirkan akses menuju sejumlah kota wisata dan budaya di Yogyakarta, Solo, Blitar, hingga Malang yang dikenal dengan wisata sejarah, kuliner, pegunungan, serta beragam destinasi keluarga.

5.⁠ ⁠KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng pp
Jarak: sekitar 825 kilometer. Tahun 2025 melayani 389.736 pelanggan, selama Semester I 2026 melayani 198.582 pelanggan.

KA ini menghubungkan Pasarsenen dengan Surabaya Gubeng, melayani perjalanan melalui Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto. KA Gaya Baru Malam Selatan menjadi salah satu pilihan untuk melakukan perjalanan antardaerah di lintas selatan Jawa.

Baca juga: Penumpang Kereta Lokal Kian Bergairah, Semester I Capai 4,67 Juta, Meningkat 13,59 Persen

Dok. KAI

Relasi terpanjang di Sumatera
Di Sumatera juga ada 5 kereta api dengan relasi terpanjang. Selama Semester I 2026 volume penumpangnya kompak meningkat. Berikut 5 layanan KA penumpang dengan relasi terpanjang di Pulau Sumatra tersebut:

1. KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 388 kilometer, Semester I 2026 melayani 469.028 pelanggan, Semester I 2025 melayani 345.770 pelanggan, meningkat 35,65 persen.

KA ini menghubungkan Bandar Lampung dan Palembang, dua ibu kota provinsi dengan aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kuliner, dan pariwisata yang kuat di bagian selatan Sumatra.

Dari Stasiun Kertapati, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sungai Musi, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, pusat kuliner, serta sentra kerajinan khas Sumatra Selatan. Dari Tanjungkarang, pelanggan dapat menjangkau pusat Kota Bandar Lampung dan meneruskan perjalanan menuju beragam destinasi alam serta bahari di Provinsi Lampung.

2. KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 305 kilometer, Semester I 2026 melayani 159.658 pelanggan, Semester I 2025 melayani 147.797 pelanggan, meningkat 8,03 persen.

3. KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 305 kilometer, Semester I 2026 melayani 278.705 pelanggan, Semester I 2025 melayani 275.636 pelanggan, meningkat 1,11 persen.

Meskipun menempuh relasi yang sama, kedua KA di atas memberikan pilihan pelayanan bagi segmen pelanggan yang berbeda. KA Sindang Marga melayani kelas bisnis dan eksekutif, sedangkan KA Bukit Serelo menjadi pilihan layanan ekonomi bagi masyarakat.

Relasi 2 KA ini menghubungkan Palembang dengan sejumlah wilayah di bagian barat Sumatra Selatan, antara lain Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau. Perjalanan tersebut mendukung kebutuhan pekerjaan, kegiatan usaha, kunjungan keluarga, pendidikan, dan akses menuju pusat pelayanan publik.

Pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju beragam destinasi wisata, mulai dari kawasan Sungai Musi di Palembang, peninggalan megalitik di Kabupaten Lahat, hingga Air Terjun Temam dan Bukit Sulap di Lubuklinggau.

Nama Bukit Serelo diambil dari bentang alam khas Kabupaten Lahat yang dikenal pula sebagai Bukit Jempol karena bentuknya menyerupai ibu jari. Penamaan tersebut memperkenalkan kekayaan alam dan identitas daerah yang dilalui kereta api.

KA Bukit Serelo banyak digunakan oleh pekerja, pelajar, pedagang, keluarga, serta masyarakat yang melakukan perjalanan menuju pusat pendidikan, kesehatan, perdagangan, pemerintahan, dan pelayanan publik.

Baca juga: Penumpang Kereta Eksklusif Priority dan Imperial Melonjak 88 Persen dan 162 Persen

4. KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantau Prapat pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 266 kilometer, Semester I 2026 melayani 419.637 pelanggan, Semester I 2025 melayani 387.459 pelanggan, meningkat 8,30 persen.

KA Sribilah Utama menghubungkan Medan dengan sejumlah pusat aktivitas di bagian timur Sumatra Utara, antara lain Tebing Tinggi, Kisaran, Membang Muda, hingga Rantau Prapat.

Medan menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, jasa, kuliner, dan pariwisata perkotaan. Sementara wilayah yang dilalui menuju Rantau Prapat memiliki basis kegiatan perkebunan, perdagangan, pelayanan publik, dan usaha masyarakat.

Pelanggan yang tiba di Medan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan bersejarah Kesawan, Istana Maimun, pusat kuliner, serta berbagai bangunan yang merekam perkembangan Kota Medan. Perjalanan menuju Rantau Prapat juga membantu masyarakat mengakses pusat ekonomi dan pelayanan di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya.

5. KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 215 kilometer, Semester I 2026 melayani 377.928 pelanggan, Semester I 2025 melayani 360.185 pelanggan, meningkat 4,93 persen.

KA ini melayani perjalanan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Layanan ini digunakan untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, memperoleh layanan kesehatan, serta mengunjungi keluarga.

Dari Baturaja, pelanggan dapat meneruskan perjalanan menuju sejumlah destinasi alam dan sejarah, seperti Gua Putri dan kawasan Situs Gua Harimau. Sementara Tanjungkarang menjadi salah satu pintu perjalanan menuju pusat Kota Bandar Lampung serta beragam destinasi wisata di Provinsi Lampung.

Anne menjelaskan, layanan kereta api penumpang di Sumatra tersebar di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung. Setiap wilayah memiliki karakter layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi jaringan perkeretaapian setempat.

Di Sumatra Barat, KAI juga melayani masyarakat melalui KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai. Layanan tersebut mendukung perjalanan harian, akses menuju Bandara Internasional Minangkabau, serta konektivitas menuju kawasan wisata pesisir.

Berita Terkait

Ekonomi

BI: Manufaktur RI Tetap Ekspansif, Triwulan III Ekspansinya Akan Meningkat

Kalau Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur versi S&P Global...

Kadin Rilis Business Pulse Q2, Sebut Peluang Ekspor Besar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Institute merilis hasil...

Jumhur Paparkan “Triple Planetary Crisis” yang Harus Ditangani Bersama

Pemerintah terus mendorong transformasi pengelolaan lingkungan dari sekadar penanganan...

S&P Nilai Rating Kredit RI Tetap Investment Grade dengan Prospek Stabil, Apa Pentingnya?

Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings (S&P) mengafirmasi Sovereign Credit...

Berita Terkini