Kontribusi Investasi Hilirisasi Capai Hampir 30 Persen
Investasi di sektor hilirisasi terus menunjukkan tren yang meningkat dan saat ini telah berkontribusi hampir sepertiga dari total realisasi investasi nasional. Hal ini disebut oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dan Kepala BPI Danantara Rosan P. Roeslani saat menyampaikan capaian realisasi investasi pada triwulan kedua 2026.
“Rata-rata total kontribusi investasi di bidang hilirisasi mencapai 29,7 persen, meningkat 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren peningkatan ini cukup tajam karena kalau dibandingkan tahun 2023 itu kontribusi dari hilirisasi terhadap total investasi 24-25 persen,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Senin (20/7).
Tren ini menunjukkan semakin besarnya peran program hilirisasi sebagai motor penggerak investasi nasional. Ke depan, Rosan menyebut pemerintah akan terus memperkuat investasi hilirisasi, baik melalui investasi dalam negeri maupun luar negeri, termasuk proyek-proyek strategis yang turut dikembangkan oleh BPI Danantara.
Baca juga: Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Hampir Rp500 Triliun, Lampaui Target
Saat ini hilirisasi masih didominasi oleh bidang mineral dengan nilai mencapai Rp206,5 triliun. Kemudian disusul Perkebunan dan kehutanan Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, dan perikanan-kelautan Rp3,8 triliun.
Investasi hilirisasi didominasi oleh wilayah di luar Pulau Jawa. Sebanyak 27,7 persen atau senilai Rp227,3 triliun disumbang dari luar Pulau Jawa. Investasi dalam negeri senilai Rp87,3 triliun sementara luar negeri (PMA) mencapai Rp212,8 triliun.