Rabu, Juli 15, 2026
HomeBerita PropertiKawasan Industri Dorong Geliat Bisnis Properti di Semarang

Kawasan Industri Dorong Geliat Bisnis Properti di Semarang

Dari segmen kawasan industri di Semarang dan sekitarnya, area ini menawarkan kualitas hingga ekosistem industri sehingga bukan lagi dari sisi harga lahan maupun tenaga kerja murah. Kawasan industri menjadi salah satu pendorong kota ini kian menarik dari sisi investasi properti.

Setidaknya ada tujuh kawasan industri di kawasan ini, sebut saja Batang Industrial Park, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, KEK Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Candi, BSB Industrial Park, dan JatengLand Industrial Park Sayung (JIPS).

Berdasarkan riset yang diterbitkan Colliers Indonesia beberapa waktu lalu, setidaknya ada total pasok lahan industri di kawasan ini mencapai 4.100 ha dengan potensi tambahan pasok sekitar 2.700 ha hingga tahun 2030.

Potensi lainnya lagi, permintaan bergeser dari dominasi industri padat karya ke sektor manufaktur yang lebih beragam termasuk data center yang mulai muncul sebagai permintaan baru. Investor asing juga lebih memilih menyewa gudang maupun pabrik jadi sebelum membeli lahan.

Hal ini membuat harga lahan terus naik sekitar 8 persen per tahun selama periode 2023 hingga 2025 namun tetap lebih kompetitif dibandingkan wilayah lainnya di Pulau Jawa. Pertumbuhan kawasan industri ini telah menggerakkan berbabagi properti di sekitaranya.

Baca juga: Q1 Kawasan Industri Catat Transaksi 90 Hektar, Purwakarta dan Subang Kian Naik Daun

Situasi ini yang dilihat oleh pengembang dengan menghadirkan berbagai produk properti seiring pasar yang terus berkembang. Pollux Properties misalnya, potensi bisnis properti di Semarang seperti ini membuatnya menyiapkan pengembangan proyek residensial terbarunya.

“Berbagai potensi bisnis properti di Semarang sangat kami sadari dan itu juga telah membuat membuat lifestyle masyarakat Semarang berubah khususnya 3-5 tahun terakhir. Kami ada beberapa hotel, mal, dan apartemen di Kota Semarang, dengan adanya jalan tol semakin mudah aksesibilitas ke sini dari kawasan industri di sekitarnya, itu yang kami tangkap,” ujar CEO Pollux Properties Handoyo K. Setyadi kepada housingestate.id Selasa (14/7).

Baca juga: Kawasan Industri Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Dengan aksesibilitas yang semakin mudah ke Kota Semarang, segmen pekerja dengan level GM ke atas akan membutuhkan sarana dan fasilitas yang memadai yang bisa dipenuhi di Kota Semarang khususnya area Simpang Lima dan sekitarnya. Perkembangan itu juga terlihat dari okupansi hotel Pollux Properies yang semakin baik.

“Kami terus mengembangkan strategi maupun antisipasi untuk merespon perkembangan pasar, termasuk menyiapkan proyek landed house. Pelan-pelan sedang kami siapkan dengan lahan sekitar 50 ha, kami siapkan rumah dua lantai untuk menyasar segmen menengah, awal tahun depan akan digarap,” imbuh Handoyo.

Berita Terkait

Ekonomi

Ekonomi Naik Turun, Tapi Warga RI Tetap Rajin Jalan-Jalan

Badan Pusat Staistik (BPS) melaporkan baru-baru ini, jumlah perjalanan...

S&P Global Rating: Surat Utang RI Tetap Layak Investasi (BBB) dengan Prospek Stabil

Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings kembali mengafirmasi Sovereign...

4 Lembaga Global Ini Bilang Ekonomi RI 2026 Tak Akan Tumbuh Sesuai Target

Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 persen...

Berita Terkini