Selasa, Juli 21, 2026
HomeMoneterQ2 Penyaluran Kredit Baru Meningkat, Tapi Perbankan Masih Hati-Hati Salurkan KPR

Q2 Penyaluran Kredit Baru Meningkat, Tapi Perbankan Masih Hati-Hati Salurkan KPR

Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia yang dilansir awal pekan ini menunjukkan, penyaluran kredit baru pada triwulan II (Q2) 2026 meningkat dibandingkan Q1 2026.

Tercermin dari nilai Saldo Bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru Q2 2026 sebesar 93,08 persen, jauh lebih tinggi dari SBT 38,74 persen pada Q1 2026, dan SBT 85,22 persen pada Q2 2025.

Pertumbuhan penyaluran kredit baru pada Q2 2026 bersumber dari peningkatan seluruh komponennya. Yaitu, kredit modal kerja (SBT 94,34 persen), kredit investasi (SBT 93,51 persen), dan kredit konsumsi (SBT 83,67 persen), yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan Q1 2026.

Peningkatan kredit konsumsi bersumber dari peningkatan permintaan pada Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) dengan SBT 78,20 persen, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan SBT 67,95 persen, Kredit Multiguna (SBT 69,71 persen), dan Kredit Tanpa Agunan (SBT 49,70 persen). Sementara permintaan Kartu Kredit (SBT 30,18 persen) melambat dibanding Q1 2026.

Secara sektoral, penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 meningkat pada beberapa sektor, dengan SBT tertinggi pada sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi (SBT 91,86 persen), jasa pendidikan (SBT 83,03 persen), industri pengolahan (SBT 73,78 persen), konstruksi (SBT 73,37 persen), dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial (SBT 70,09 persen).

Baca juga: Survei BI: Triwulan I Penyaluran Kredit Diperkirakan Melorot, Kendati Likuiditas Kian Longgar

Kendati meningkat, kebijakan penyaluran kredit pada Q2 2026 lebih berhati-hati dibandingkan Q1 2026. Tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) Q2 2026 yang bernilai positif sebesar 1,03.

Standar penyaluran kredit yang lebih berhati-hati itu, terutama diterapkan pada KPR/KPA dan kredit konsumsi Lainnya, di tengah ILS yang lebih longgar pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit UMKM.

Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati, antara lain pada suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini