Juli 2026 Kunjungan Turis asal Timur Tengah dan Eropa Naik Tinggi
Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) awal September 2026 mengungkapkan, jumlah kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan.
Meningkat 9,9 persen secara bulanan dibandingkan Juni 2026 (mtm), dan naik 2,95 persen secara tahunan dibandingkan Juli 2025 (yoy).
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari-Juli 2026 mencapai 8,98 juta, meningkat 5,23 persen dibanding periode yang sama 2025 (ctc).
Menurut BPS, secara umum jumlah kunjungan wisman berfluktuasi selama Januari-Juli 2026. Pada Januari 2026 mencapai 1,19 juta, kemudian menurun menjadi 1,16 juta kunjungan pada Februari, dan makin turun menjadi 1,09 juta kunjungan pada Maret.
Namun, pada April, Mei, Juni, dan Juli 2026, jumlah kunjungan wisman itu kembali meningkat menjadi 1,25 juta kunjungan, 1,38 juta kunjungan, 1,39 juta kunjungan, dan 1,53 juta kunjungan.
Pesawat udara masih menjadi moda transportasi utama wisman yang mengunjungi Indonesia (lebih dari 83 persen), terutama melalui Bandara Soekarno-Hatta dan I gsuti Ngurah Rai, diikuti angkutan laut dan sedikit angkutan darat (di perbatasan).
Dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y), sebagian besar kelompok wisman berdasarkan paspor yang dipegang pada Juli 2026 mengalami peningkatan kunjungan.
Baca juga: Tiket Pesawat Kian Mahal, Tapi Kunjungan Turis Asing Tetap Meningkat
Kunjungan wisman pemegang paspor Oseania mengalami peningkatan tertinggi sebesar 10,36 persen, diikuti wisman pemegang paspor Timur Tengah sebesar 8,88 persen, dan wisman pemegang paspor Afrika sebesar 5,00 persen. Sementara kelompok pemegang paspor Eropa mengalami penurunan kunjungan sebesar 1,35 persen.
Jika dibandingkan dengan Juni 2026 (mtm), sebagian besar kelompok pemegang paspor mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisman.
Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok pemegang paspor Timur Tengah sebesar 62,65 persen, diikuti Eropa sebesar 61,21 persen, dan Afrika 29,93 persen.
Sementara penurunan kunjungan terdalam secara bulanan, tercatat pada kelompok pemegang paspor ASEAN, sebesar 11,28 persen.
Berdasarkan paspor yang dipegang, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2026 masih didominasi wisman pemegang paspor Malaysia sebanyak 228,71 ribu kunjungan (15,00 persen).
Diikuti wisman pemegang paspor Australia sebanyak 188,25 ribu kunjungan (12,34 persen), Tiongkok 156,75 ribu kunjungan (10,28 persen), dan Singapura 117,28 ribu kunjungan (7,69 persen).
Baca juga: Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi
Rata-rata lama tinggal wisman selama di Indonesia pada Juli 2026 mencapai 11,05 malam. Wisman asal ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 4,69 malam, terlama wisman asal Eropa selama 17,43 malam.
Berdasarkan negara, rata-rata lama tinggal terlama tercatat pada wisman pemegang paspor Rusia selama 23,49 malam. Sedangkan rata-rata lama tinggal paling singkat tercatat pada wisman pemegang paspor Timor Leste selama 2,82 malam.