Kunjungan Wisman Sudah Menyamai Prapandemi, Lama Tinggal dan Pengeluarannya Juga Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan awal pekan ini, kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2026 mencapai 1,43 juta kunjungan. Menurun 10,79 persen dibandingkan Agustus 2026 (mtm), namun naik 2,31 persen dibandingkan September 2025 (yoy).
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari-September 2026 mencapai 12,01 juta, meningkat 5,01 persen dibanding periode yang sama 2025 (ctc).
Angka kunjungan Januari-September 2026 sudah menyamai jumlah kunjungan wisman selama Januari-September 2019 atau sebelum merebaknya pandemi Covid-19, yang mencapai 12,1 juta kunjungan.
Menurut BPS, jumlah kunjungan wisman selalu berfluktuasi termasuk selama Januari-September 2026. Pada Januari 2026 mencapai 1,19 juta kunjungan, kemudian menurun menjadi 1,16 juta pada Februari, dan makin turun menjadi 1,09 juta pada Maret.
Namun, pada April hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisman kembali meningkat tiap bulan hingga mencapai 1,60 juta kunjungan pada Agustus 2026, sebelum turun menjadi 1,43 juta pada September 2026.
Secara tahunan (yoy), sebagian besar kelompok wisman berdasarkan paspor pada September 2026 mengalami peningkatan.
Kunjungan wisman pemegang paspor Afrika mengalami peningkatan tertinggi (30,43 persen), diikuti wisman pemegang paspor Asia selain ASEAN (18,10 persen), dan wisman pemegang paspor Timur Tengah (10,19 persen). Sementara kelompok pemegang paspor ASEAN mengalami penurunan kunjungan sebesar 7,69 persen.
Baca juga: September Kunjungan Wisman dan Perjalanan Wisnus Menurun, Okupansi Hotel Juga
Secara bulanan (mtm), sebagian besar kelompok pemegang paspor mengalami penurunan jumlah kunjungan wisman pada September 2026.
Penurunan tertinggi pada kelompok pemegang paspor Eropa (21,90 persen), diikuti Timur Tengah (20,49 persen), dan ASEAN 14,51 persen. Sedangkan kelompok pemegang paspor Oseania, mengalami peningkatan jumlah kunjungan tertinggi sebesar 5,12 persen.
Wisman asal Malaysia masih mendominasi jumlah kunjungan (16,76 persen). Diikuti wisman pemegang paspor Australia (12,43 persen), Tiongkok (10,76 persen), dan Singapura (9,42 persen).
Baca juga: Agustus Jumlah Wisman Asal Malaysia yang Naik Whoosh Melesat 42 Persen
Rata-rata lama tinggal wisman selama di Indonesia juga terus meningkat. Pada trwulan III 2026 (Juli-September) mencapai 11,01 malam dibanding 10,7 malam pada triwulan III 2025.
Wisman pemegang paspor negara ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 4,28 malam, sedangkan wisman pemegang paspor Eropa memiliki rata-rata lama tinggal terlama selama 16,68 malam.
Sementara berdasarkan asal negara atau paspor yang dipegang, rata-rata lama tinggal terlama tercatat pada wisman pemegang paspor Tiongkok selama 27,16 malam, tersingkat pada wisman pemegang paspor Timor Leste selama 2,39 malam.
Baca juga: Perjalanan Wisman dengan Kereta Kian Menyebar di 222 Stasiun, di Luar 10 Stasiun Terbesar
Selama di Indonesia, sebanyak 60,95 persen wisman menginap di hotel berbintang, 30,66 persen di akomodasi komersial lainnya, 6,61 persen di rumah teman/keluarga, dan 1,78 persen akomodasi lainnya.
Begitu pula rata-rata pengeluaran per kunjungan wisman, meningkat menjadi USD1.374,48, dari USD1.297,31 pada triwulan III 2025. Sebagian besar pengeluaran dihabiskan untuk akomodasi, makan minum, belanja dan cinderamata, serta hiburan.
Sekitar 79 persen wisman datang ke Indonesia untuk berlibur. Selebihnya untuk kepentingan personal lainnya 12,69 persen, serta bisnis 8,31 persen.