Sabtu, Juli 25, 2026
HomeBerita PropertiPerjalanan Wisman dengan Kereta Kian Menyebar di 222 Stasiun, di Luar 10...

Perjalanan Wisman dengan Kereta Kian Menyebar di 222 Stasiun, di Luar 10 Stasiun Terbesar

Selama semester I 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan kereta api jarak jauh mencapai 308.874 orang. Naik 2,54 persen dibanding semester I 2025 sebanyak 301.219 orang.

Sebanyak 201.915 orang atau 65,37 persen dari jumlah wisman itu, berangkat dari 10 stasiun. Yaitu, Gambir (50.067 orang), Yogyakarta (49.202), Bandung (28.078), Pasarsenen (16.980), Surabaya Gubeng (15.514), Semarang Tawang (11.668), Malang (9.881), Surabaya Pasar Turi (7.899), Cirebon (6.474), dan Probolinggo (6.152).

Sisanya 106.474 wisman atau 34,47 persen, berangkat dari 222 stasiun. Data ini menunjukkan, sekitar satu dari tiga wisman pengguna KA jarak jauh memulai perjalanan dari stasiun regional.

Angka 106.474 wisman itu meningkat 4,87 persen atau 4.943 orang, dibanding semester I 2025 sebanyak 101.531 pelanggan.

Peningkatan jumlah wisman yang berangkat dari stasiun regional sebanyak 4.943 orang itu, mencapai 64,57 persen dari kenaikan bersih penumpang wisman sebanyak 7.655 orang selama setahun terakhir, sehingga porsi wisman yang berangkat dari stasiun regional meningkat dari 33,71 persen menjadi 34,47 persen.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, makin tersebarnya perjalanan wisman itu, dapat menjadi salah satu indikator makin berkembangnya pilihan destinasi wisman di Indonesia.

“Wisman mulai menggunakan lebih banyak stasiun sebagai titik awal perjalanan. Pola ini membuka ruang bagi kota-kota regional untuk memperkenalkan kekuatan budaya, kuliner, sejarah, alam, serta kehidupan masyarakatnya (kepada turis asing),” kata Anne melalui keterangan dikutip Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: Wisman yang Naik Kereta Terus Meningkat, Paling Banyak Lewat 10 Stasiun Ini

Secara keseluruhan, sebanyak 11 dari 13 wilayah operasi KAI mencatat kenaikan penumpang wisman pada semester I 2026 dibanding semester I 2025, sedangkan 2 wilayah lain mengalami penurunan.

Kenaikan tertinggi tercatat di Divisi Regional IV Tanjungkarang sebesar 12,76 persen, kemudian di Daerah Operasi 4 Semarang 12,38 persen, Daerah Operasi 5 Purwokerto 11,46 persen, dan Daerah Operasi 8 Surabaya 11,42 persen.

Pada tingkat stasiun, Purwokerto melayani 5.780 wisman pada semester I 2026, naik 20,54 persen dari 4.795 pelanggan pada semester I 2025. Tegal mencatat 2.980 pelanggan atau naik 23,55 persen, sedangkan Kiaracondong melayani 2.018 pelanggan atau meningkat 18,08 persen.

“Data penumpang wisman di tingkat stasiun dapat membantu daerah membaca perubahan pola kunjungan, sehingga dapat menjadi bahan untuk menyiapkan transportasi lanjutan, informasi destinasi, fasilitas publik, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan,” ujar Anne.

Baca juga: Januari-Juni 184 Ribu Turis Asing Gunakan Whoosh, Terbanyak Masih dari Malaysia

Semua itu membuka peluang usaha bagi UMKM, pengelola penginapan, penyedia jasa perjalanan, komunitas budaya, serta pelaku ekonomi kreatif. Besarnya manfaat yang diterima masyarakat akan dipengaruhi oleh kemudahan akses dari stasiun menuju destinasi wisata di setiap daerah, kualitas informasi, keamanan, kebersihan, dan kesiapan layanan di destinasi.

KAI saat ini mengelola jaringan yang mencakup 627 stasiun dan 7.765 kilometer jalur rel aktif di Jawa dan Sumatra. Jaringan tersebut mendukung perjalanan antarkota, serta menghubungkan pusat aktivitas dengan berbagai wilayah yang memiliki karakter wisata berbeda.

Berita Terkait

Ekonomi

Tantangan Lingkungan Bisa Menciptakan Nilai Bisnis

Jangan lagi melihat perubahan perubahan iklim sebagai tantangan lingkungan...

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Paradigma Sampah: Jangan Lagi Sisa Buangan, Tapi Harus Jadi Sumber Daya

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh...

Berita Terkini