Rabu, Oktober 28, 2026
HomeBerita PropertiAI Bikin Disrupsi di Bisnis Properti, Tapi Tawarkan Peluang Juga

AI Bikin Disrupsi di Bisnis Properti, Tapi Tawarkan Peluang Juga

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah berkembang pesat dari sekadar teknologi berkembang menjadi kebutuhan strategis bagi bisnis. Situasi ini ikut mengubah tren industri dan mendefinisikan ulang bagaimana perusahaan bekerja, berinvestasi, serta memanfaatkan aset real estat.

Seiring makin banyaknya organisasi mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan, muncul pula pertanyaan mengenai dampak AI terhadap masa depan kantor tempat bekerja, lapangan pekerjaan, dan permintaan terhadap properti komersial.

Menurut Anton Sitorus, Senior Director dan Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, AI saat ini bukan lagi konsep masa depan tapi teknologi ini telah mempengaruhi cara berbisnis, cara karyawan bekerja, dan cara pengguna ruang mengevaluasi kebutuhan ruangnya.

“Analisis kami sangat mungkin AI mengubah jenis pekerjaan yang ada dan meningkatkan efisiensi kerja daripada secara signifikan mengurangi permintaan ruang kantor dalam jangka pendek,” ujarnya saat Media Briefing Jakarta Property Market Update sekaligus menunjukkan kantor baru CBRE di Gedung World Trade Center (WTC) 3 Sudirman, Jakarta, Rabu (28/10).

Baca juga: Cerita Wamenkeu Tentang Pemanfaatan AI dalam Siklus APBN dan Risikonya

Bahkan di kawasan Asia Pasifik, disrupsi AI disebut hanya akan memengaruhi sebagian kecil pekerjaan. Pekerja yang masih memiliki kapasitas kuat untuk beradaptasi melalui peningkatan keterampilan (reskilling) dan mobilitas pekerjaan masih akan sangat dibutuhkan.

Managing Director CBRE Indonesia Angela Wibawa menambahkan, di tengah ketidakpastian global, teknologi yang dipimpin AI akan menghadirkan tantangan sekaligus peluang dengan prospek jangka panjang pasar real estat Jakarta tetap positif.

“Pasar properti di Jakarta terus terus menunjukkan ketahanan di tengah situasi yang penuh tantangan. Jadi meskipun ada ketidakpastian global tapi fundamental pasar tetap berangsur membaik di mayoritas sektor seperti industri, logistik, dan data center,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini