Survei Ekonom LPEM: Efektifitas Kebijakan Masih Terbatas dalam Memperbaiki Pasar Tenaga Kerja
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), merilis hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 bertajuk “Ambisi Ekonomi Indonesia di Tengah Meningkatnya Skeptisisme”.
Survei yang melibatkan 63 ekonom di dalam dan luar negeri ini, bertujuan memperoleh wawasan para ahli ekonomi mengenai lanskap ekonomi Indonesia.
Survei mengumpulkan persepsi para ekonom mengenai kondisi ekonomi dan sosial, serta perkembangan kebijakan, dan membandingkannya dengan periode sebelumnya sekaligus mengevaluasi ekspektasi masa depan. Survei dilakukan selama 21 September hingga 13 Oktober 2026 melalui platform survei online.
Salah satu hasil survei, para ahli masih berhati-hati dalam menilai efektivitas kebijakan saat ini dalam memperbaiki kondisi pasar tenaga kerja.
Kelompok responden terbesar, 31 ahli, berpendapat kebijakan saat ini tidak memberikan dampak terhadap kondisi pasar tenaga kerja.
Sementara 18 responden menilai kebijakan tersebut tidak efektif, dan 12 responden lainnya menilai sangat tidak efektif. Hanya 2 responden yang menilainya efektif, dan tidak ada yang menilai sangat efektif.
Karena itu mayoritas ekonom, sebanyak 46 atau 73 persen dari 63 responden menilai, penciptaan lapangan kerja saat ini lebih buruk dibandingkan 6 bulan lalu.
Dari jumlah tersebut, 30 ahli (48 persen) menjawab lebih rendah, dan 16 ahli (25 persen) menjawab jauh lebih rendah. Sisanya, 15 ahli (24 persen) menilai tidak berubah, dan hanya 2 ahli (3 persen) yang menilai lebih tinggi.
Selain itu, sebanyak 35 dari 63 ahli (56 persen) menilai, lingkungan bisnis saat ini memburuk dibandingkan 3 bulan lalu.
Dari jumlah tersebut, 26 ahli (41 persen) menjawab lebih buruk dan 9 ahli (14 persen) menjawab jauh lebih buruk. Sisanya, 24 ahli (38 persen) menilai tidak berubah, dan hanya 4 ahli (6 persen) menilai membaik.
Baca juga: Survei LPEM UI: Penciptaan Lapangan Kerja Indonesia Makin Buruk
Sebanyak 38 dari 63 ahli (60 persen) memperkirakan, penciptaan lapangan kerja dalam 6 bulan mendatang lebih rendah dibandingkan saat ini.
Dari jumlah tersebut, 28 ahli (44 persen) menjawab lebih rendah, dan 10 ahli (16 persen) menjawab jauh lebih rendah. Sisanya, 22 ahli (35 persen) memperkirakan tidak berubah, dan hanya 3 ahli (5 persen) memperkirakan lebih tinggi.
Sebanyak 29 dari 63 ahli (46 persen) juga memperkirakan, lingkungan bisnis dalam 3 bulan mendatang tidak berubah dari kondisi saat ini.
Pada arah memburuk terdapat 26 ahli (41 persen), sementara 18 ahli (29 persen) menjawab lebih buruk, 8 ahli (13 persen) menjawab jauh lebih buruk, dan hanya 8 ahli (13 persen) yang memperkirakan membaik.