Penyaluran Kredit Konsumsi Belum Juga Membaik
Penyaluran kredit terus meningkat di atas 10 persen dalam 4 bulan terakhir, kendati September 2026 sedikit menurun. Namun, penyaluran kredit konsumsi (KK) masih terus melambat.
Pada September 2026, menurut laporan Bank Indonesia akhir pekan lalu, kredit konsumsi (KK) hanya tumbuh 4,7 persen (yoy), lebih rendah dibanding Agustus 2026 sebesar 5,0 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna yang tumbuh 4,3 persen (yoy) dan 6,5 persen, dibanding Agustus yang tumbuh 4,2 persen (yoy) dan 7,2 persen (yoy).
Sedangkan pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami perbaikan, namun masih terkontraksi (minus) 9,7 persen (yoy) pada September 2026 dibanding -10,3 persen pada Agustus 2026.
Khusus kredit properti, pada September 2026 tumbuh 16,4 persen (yoy), menurun dibanding Agustus 2026 yang tumbuh 18,3 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kredit konstruksi dan real estat yang tumbuh 42,3 persen (yoy) dan 15,5 persen, melambat dibandingkan Agustus 2026 yang tumbuh 49,5 persen (yoy) dan 15,8 perseb (yoy).
Baca juga: Perbankan Tahan Kenaikan Bunga, Tapi Penyaluran Kredit Tetap Menurun
Sementara penyaluran kredit kepada UMKM pada September 2026 tumbuh makin tinggi sebesar 2,7 persen (yoy), dibanding Agustus 2026 yang tumbuh 2,3 persen (yoy).
Peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi pertumbuhan kredit skala mikro dan kecil sebesar 3,1 persen (yoy) dan 1,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 2,6 persen (yoy) dan 1,0 persen (yoy).
Sedangkan kredit UMKM skala usaha menengah tumbuh 3,6 persen (yoy), sedikit melambat dibanding Agustus 2026 yang tumbuh 3,8 persen (yoy).
Menurut BI, akselerasi pertumbuhan kredit UMKM pada September 2026 itu, terutama bersumber dari ekspansi kredit investasi yang tumbuh 14,9 persen (yoy).
Sementara kredit modal kerja mengalami perbaikan, tapi masih terkontraksi (minus) 2,6 persen (yoy), yang menunjukkan kegiatan UMKM eksisting belum cukup bergairah.