Kebutuhan Properti Multifungsi Meningkat, Royal Tajur Hadirkan Produk Baru
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan. Hal ini seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan pengembangan infrastruktur konektivitas.
Bank Indonesia (BI) mencatat permintaan properti komersial untuk dijual tumbuh 0,67 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan ketiga 2025, meningkat dibandingkan 0,45 persen pada triwulan sebelumnya.
Tren positif juga tercermin di pasar hunian. Data Rumah123 menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2025, permintaan hunian di Kabupaten Bogor tumbuh 34,2 persen secara tahunan sementara di Kota Bogor mencapai 63,5 persen.
Situasi ini dimanfaatkan pengembang Sinar Mas Land (SML) dengan menghadirkan Crystal Loft di Royal Tajur, Kota Bogor, yang mengusung konsep “One Loft. More Ways to Live and Grow”.
Crystal Loft menawarkan properti dengan lokasi strategis, desain modern, serta fungsi ruang yang fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan hunian sekaligus aktivitas usaha dalam satu bangunan.
Konsep loft yang memaksimalkan ruang vertikal dengan plafon tinggi menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang menginginkan properti dengan penggunaan ruang yang efisien, modern, fleksibel, sekaligus memiliki nilai estetika.
Menurut Deputy Group CEO Strategic Development and Assets SML Herry Hendarta, Crystal Loft hadir dengan konsep yang fleksibel, yaitu satu properti yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hunian sekaligus bisnis yang berada di area boulevard sehingga menawarkan akses yang mudah dan visibilitas yang baik untuk mendukung aktivitas usaha.
“Lokasinya berada tepat di depan klaster Crystal sehingga memberikan potensi traffic yang tinggi dari aktivitas penghuni, tamu, maupun pelanggan. Crystal Loft dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha, mulai dari klinik kecantikan dan kesehatan, restoran, kafe, minimarket, hingga kantor,” ujarnya melalui siaran pers Minggu (18/10).
Baca juga: Royal Key SML Targetkan Penjualan Rp3,6 Triliun
Dengan harga perdana mulai dari Rp1,9 miliar, SML optimistis Crystal Loft akan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mencari properti untuk tinggal, bekerja, sekaligus menjalankan usaha dalam satu kawasan.
Ada dua pilihan tipe, T 95 merupakan bangunan tiga lantai dengan luas tanah 94-163 m2 dan luas bangunan 95 m2. Tipe ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi, satu toilet, ruang serbaguna, ruang keluarga, serta area parkir untuk dua mobil.
Sementara itu, T 110 Split Level menawarkan bangunan empat lantai dengan luas tanah 100-209 m2 dan luas bangunan 110 m2. Tipe ini memiliki dua kamar tidur, ruang serbaguna, ruang keluarga, ruang gudang, serta area parkir untuk dua mobil.
Kedua tipe tersebut dirancang dengan pendekatan ruang yang compact namun tetap fungsional sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan keluarga sekaligus aktivitas produktif dalam satu properti. Desain arsitekturnya mengutamakan kenyamanan melalui pencahayaan alami, sirkulasi udara yang optimal, serta tata ruang yang efisien untuk mendukung gaya hidup keluarga modern.
Baca juga: Burgundy Klaster Mewah Pertama Besutan SML di Rancamaya, Tawarkan Rumah Rp1,9 Miliar
Crystal Loft berada di kawasan Royal Tajur yang terus dikembangkan sejak tahun 2012 sebagai kawasan mandiri modern yang mengusung konsep “Living with Nature”. Royal Tajur memadukan kenyamanan kehidupan urban dengan keasrian alam pegunungan pada ketinggian sekitar 390 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasannya juga menawarkan pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.
Royal Tajur juga telah dilengkapi dengan fasilitas Royal Club House yang menyediakan berbagai fasilitas, antara lain kolam renang, lapangan olahraga, taman bermain, fasilitas kebugaran, restoran, dan area komunal.
Dari segi konektivitas, Royal Tajur berada di koridor komersial Jalan Raya Tajur dengan waktu tempuh sekitar 15 menit menuju Stasiun Bogor dan sekitar 10 menit menuju akses tol Jagorawi.