Senin, Oktober 26, 2026
HomeMoneterPerbankan Tahan Kenaikan Bunga, Tapi Penyaluran Kredit Tetap Menurun

Perbankan Tahan Kenaikan Bunga, Tapi Penyaluran Kredit Tetap Menurun

Laporan uang beredar Bank Indonesia September 2026 yang dirilis akhir pekan lalu menungkapkan, pada September 2026 suku bunga kredit relatif stabil kendati suku bunga simpanan meningkat.

Ratarata tertimbang suku bunga kredit pada September 2026 mencapai 8,9 persen, relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.

Sedangkan suku bunga simpanan berjangka (deposito), meningkat pada tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 24 bulan. Masing -masing menjadi 5,3 persen, 5,9 persen, dan 4,4 persen dibandingkan Agustus sebesar 5,1 persen, 5,8 persen, dan 4,2 persen.

Kendati demikian, kredit yang disalurkan perbankan pada September 2026 menurun. Mencapai Rp9.078,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Agustus 2026 sebesar 13,3 persen (yoy).

Kredit yang dimaksud BI di sini hanya berupa pinjaman (loans). Tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman. Juga tidak termasuk kredit yang diberikan kantor bank umum di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk (orang asing).

Baca juga: Q4 BI Prediksi Kredit Tumbuh Kian Tinggi, Tapi Outstanding Keseluruhan 2026 Masih di Bawah 9 Persen

Pertumbuhan penyaluran kredit September 2026 itu masih didorong kredit korporasi yang tumbuh 20,3 persen (yoy), lebih rendah dibanding Agustus yang tumbuh 21,6 persen (yoy). Yaitu, berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).

KMK tumbuh 12,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Agustus sebesar 12,3 persen (yoy). Antara lain didorong penyaluran kredit ke sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, serta sektor jasa-jasa.

Sedangkan KI pada September 2026 tumbuh 21,0 persen, lebih rendah dibanding Agustus sebesar 23,4 persen (yoy).

Terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi, sektor listrik, gas, dan air bersih, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Berita Terkait

Ekonomi

Pantau Situasi Pasar Modal, Jasa Marga Siapkan Opsi Buyback Saham

PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau situasi pasar...

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini