Perbankan Tahan Kenaikan Bunga, Tapi Penyaluran Kredit Tetap Menurun
Laporan uang beredar Bank Indonesia September 2026 yang dirilis akhir pekan lalu menungkapkan, pada September 2026 suku bunga kredit relatif stabil kendati suku bunga simpanan meningkat.
Ratarata tertimbang suku bunga kredit pada September 2026 mencapai 8,9 persen, relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.
Sedangkan suku bunga simpanan berjangka (deposito), meningkat pada tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 24 bulan. Masing -masing menjadi 5,3 persen, 5,9 persen, dan 4,4 persen dibandingkan Agustus sebesar 5,1 persen, 5,8 persen, dan 4,2 persen.
Kendati demikian, kredit yang disalurkan perbankan pada September 2026 menurun. Mencapai Rp9.078,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Agustus 2026 sebesar 13,3 persen (yoy).
Kredit yang dimaksud BI di sini hanya berupa pinjaman (loans). Tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman. Juga tidak termasuk kredit yang diberikan kantor bank umum di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk (orang asing).
Baca juga: Q4 BI Prediksi Kredit Tumbuh Kian Tinggi, Tapi Outstanding Keseluruhan 2026 Masih di Bawah 9 Persen
Pertumbuhan penyaluran kredit September 2026 itu masih didorong kredit korporasi yang tumbuh 20,3 persen (yoy), lebih rendah dibanding Agustus yang tumbuh 21,6 persen (yoy). Yaitu, berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).
KMK tumbuh 12,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Agustus sebesar 12,3 persen (yoy). Antara lain didorong penyaluran kredit ke sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, serta sektor jasa-jasa.
Sedangkan KI pada September 2026 tumbuh 21,0 persen, lebih rendah dibanding Agustus sebesar 23,4 persen (yoy).
Terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi, sektor listrik, gas, dan air bersih, serta sektor pertambangan dan penggalian.