Selasa, Oktober 27, 2026
HomeNewsEkonomiSurvei Ahli Ekonomi LPEM FEB UI: Ekonomi RI Memburuk Dibanding 3 Bulan...

Survei Ahli Ekonomi LPEM FEB UI: Ekonomi RI Memburuk Dibanding 3 Bulan Lalu

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), merilis hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 bertajuk “Ambisi Ekonomi Indonesia di Tengah Meningkatnya Skeptisisme”.

Survei yang melibatkan 63 ekonom di dalam dan luar negeri ini, bertujuan memperoleh wawasan para ahli ekonomi mengenai lanskap ekonomi Indonesia.

Survei mengumpulkan persepsi para ahli mengenai kondisi ekonomi dan sosial, serta perkembangan kebijakan, dan membandingkannya dengan periode sebelumnya sekaligus mengevaluasi ekspektasi masa depan.

Survei dilakukan selama 21 September hingga 13 Oktober 2026 melalui platform survei online.

Salah satu hasil survei, sebanyak 33 dari 63 ahli (52 persen) menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini memburuk dibandingkan 3 bulan lalu. Sisanya, 25 ahli (40 persen) menilai tidak berubah, dan 5 ahli (8 persen) menilai membaik.

Sebanyak 33 ahli (52 persen) juga memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi 3 bulan mendatang tidak berubah dari angka terbaru. Bahkan, 21 ahli (33 persen) menjawab melambat dan melambat signifikan, dan hanya 9 ahli (14 persen) yang memperkirakan melaju.

“Para ahli masih skeptis terhadap efektivitas kebijakan fiskal saat ini dalam menjaga stabilitas ekonomi,” tulis hasil survei tersebut, dikutip, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: Survei Ahli Ekonomi LPEM UI: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tahun Depan Sulit Tercapai

Sebanyak 11 responden menilai kebijakan fiskal pemerintah sangat tidak efektif, dan 21 responden menilai tidak efektif.

Sementara 26 ahli berpendapat, kebijakan fiskal saat ini tidak memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi. Hanya 5 responden yang menilai kebijakan fiskal tersebut efektif, dan tidak ada responden yang menilai sangat efektif.

Lapangan kerja
Selain kondisi ekonomi, sebanyak 46 (73 persen) ekonom juga menilai penciptaan lapangan kerja saat ini lebih buruk dibandingkan 6 bulan lalu.

Sebanyak 38 dari 63 ahli (60 persen) juga memperkirakan, penciptaan lapangan kerja dalam 6 bulan mendatang lebih rendah dibandingkan kondisi saat ini.

Baca juga: Survei LPEM UI: Penciptaan Lapangan Kerja Indonesia Makin Buruk

Menurut survei LPEM FEB UI tersebut, para ahli masih melihat terbatasnya efektivitas kebijakan saat ini dalam memperbaiki kondisi pasar tenaga kerja.

Sebanyak 31 ahli berpendapat, kebijakan saat ini tidak memberikan dampak terhadap kondisi pasar tenaga kerja.

Sementara 18 responden menilai berbagai kebijakan tersebut tidak efektif, dan 12 responden menilai sangat tidak efektif.

“Hanya 2 responden yang menilainya efektif, dan tidak ada yang menilai sangat efektif,” tulis hasil survei.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini